Minggu, 19 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sosok Tokoh

Sosok Ebrahim Raisi, Menang Telak dan Jadi Presiden Iran, Ini Pendidikan dan Pekerjaannya Selama Ini

Inilah profil mengenai Presiden Iran yang baru terpilih. Namanya Ebrahim Raisi. Berikut pendidikan dan pekerjaannya selama ini. 

(AP Photo/Ebrahim Noroozi)(AP PHOTO/EBRAHIM NOROOZI)
Ebrahim Raisi, Presiden Iran terpilih di pemilu Iran 2021 

Selama tiga dekade berikutnya, ia menjabat sebagai jaksa Teheran, kepala Organisasi Inspeksi Umum, jaksa agung Pengadilan Khusus Pendeta, dan wakil ketua hakim.

Pemimpin tertinggi menunjuk Raisi sebagai kepala Astan-e Quds Razavi, tempat suci Imam Reza yang berpengaruh, pada Maret 2016.

Memimpin salah satu bonyad terbesar Iran, atau perwalian amal, memberi Raisi kendali atas aset bernilai miliaran dolar dan mengukuhkan posisinya di antara ulama dan elit bisnis di Masyhad.

Raisi gagal melawan Presiden Hassan Rouhani dalam pemilihan presiden 2017, mengumpulkan hanya 38 persen suara, atau di bawah 16 juta suara.

Khamenei menunjuk Raisi untuk memimpin peradilan pada 2019, dan dia telah mencoba memperkuat posisinya sebagai juara memerangi korupsi dengan menargetkan orang dalam dan mengadakan persidangan publik, sambil memulai kampanye kepresidenannya lebih awal dengan melakukan perjalanan ke hampir semua dari 32 provinsi Iran.

Raisi telah mencap dirinya sebagai "saingan korupsi, inefisiensi dan aristokrasi" dan mengatakan dia akan menegakkan kesepakatan nuklir sebagai kesepakatan negara, tetapi percaya bahwa pemerintah "kuat" diperlukan untuk mengarahkannya ke arah yang benar. (*)

Menang Telak

Iran akhirnya punya pemimpin baru.

Adalah Ebrahim Raisi terpilih jadi Presiden Iran.

Ketua Mahkamah Agung Iran itu memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan presiden dengan kemenangan telak hari, Sabtu (19/06/2021).

Anak didik pemimpin tertinggi Iran itu pun naik ke posisi sipil tertinggi Teheran seperti dilansir Associated Press, Sabtu (19/06/2021).

Pemilihan itu tampaknya mengalami jumlah pemilih terendah dalam sejarah Republik Islam itu.

Hasil awal menunjukkan Ebrahim Raisi meraih 17,8 juta suara, melesat jauh meninggalkan pesaingnya yang merupakan satu-satunya kandidat moderat dalam pemilu tersebut.

Namun, Raisi mendominasi pemilihan hanya setelah panel di bawah pengawasan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mendiskualifikasi pesaing terkuatnya.

Pencalonan Raisi dan perasaan yang meluas bahwa pemilihan itu lebih berfungsi sebagai penobatan bagi Raisi, memicu sikap apatis di antara para pemilih.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved