Nasional Pemerintahan

Jokowi 3 Periode, Qodari: ''Cebong dan Kampret Gabung Lawan Kotak Kosong''

M Qodari membeberkan alasan mengapa muncul ide wacana memasangkan Joko Widodo dan Prabowo Subianto untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Editor: Frandi Piring
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto tertawa bersama seusai debat keempat Pilpres 2019 di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari membeberkan alasan mengapa muncul ide wacana memasangkan Joko Widodo ( Jokowi ) dan Prabowo Subianto untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Salah satu alasannya, ia optimis pasangan ini akan mampu menekan potensi polarisasi di tengah masyarakat.

Selain itu, yang menarik adalah ia meyakini, pasangan Jokowi-Prabowo mampu membuat Pilpres 2024 hanya diikuti satu pasangan calon (paslon) saja.

M Qodari
M Qodari ()

"Supaya enggak terjadi polarisasi ekstrim, maka Jokowi-Prabowo gabung saja.

Cebong dan Kampret gabung.

Lawan kotak kosong. Insya Allah polarisasi akan turun.

Akan aman damai dan lancar," kata Qodari seperti dikutip Tribunnews.com.

"Kalau mereka gabung, saya percaya akan satu calon saja.

Lawan kotak kosong," tambah dia

Adapun hal tersebut disampaikan Qodari sesaat sebelum acara syukuran peresmian Kantor Sekretariat Nasional (Seknas) Komunitas Jokowi-Prabowo (Jok-Pro).

Kendati demikian, Qodari yang juga didapuk sebagai Penasihat Jok-Pro 2024 menyatakan

bahwa usulan tersebut kembali kepada keputusan pemimpin yang akan maju pada ajang Pilpres 2024.

"Saya kira kembali pada pemimpin itu sendiri.

Jokowi Prabowo mau bertemu masyarakat dan mau dengarkan aspirasi masyarakat," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved