Berita Manado
Pedagang Ikan di Manado Mengaku Penjualan Belum Stabil Sejak Pandemi
New normal ternyata masih belum berdampak baik bagi para pedagang ikan.
Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - New normal telah diterapkan di era pandemi Covid-19 ini.
Di Manado, sejumlah tempat usaha dan bisnis sudah dibuka.
Sektor ekonomi mulai bergerak sebagaimana mestinya.
Meski begitu, new normal ternyata masih belum berdampak baik bagi para pedagang ikan.
Hal ini diakui oleh salah satu pedagang ikan di Pasar Segar Paal Dua Manado, Deitje Singal.
Menurut pedagang yang sudah 10 tahun berjualan di Pasar Segar, sejak adanya penyebaran Covid-19 di kota Manado sampai saat ini penjualannya belum stabil.
Ia berpikir mungkin masih banyak orang yang takut datang ke pasar.
Sebelum pandemi katanya ramai, karena biasanya setiap hari bisa menjual paling sedikit 30 kilo ikan mujair. Kecuali Sabtu dan Minggu.
"Apalagi kalau ada pesanan bisa sampai 100 kilo dalam sehari. Dan kalau hari raya bisa saja sampai 200 kilo perhari yang dijual," terangnya, mengenang masa sebelum pandemi.
"Sekarang tinggal 20 sampai 25 kilo perhari yang terjual," ujar Deitje.
Deitje mengaku ikan yang ia jual masih segar.
"Dibawa langsung dari tempat peternakan Desa Eris, Minahasa," akunya.
Meski lagi seret, tapi ia harus terus berjualan. Karena kalau tidak jualan, tetap harus bayar tempat Rp 25.000.
"Disini sebagian besar pembeli hanya pagi sampai jam 9 pagi. Menjelang siang pembeli tinggal beberapa orang yang datang," tutur Deitje.
Ia mengaku setiap hari mulai jualan pukul 06.30 sampai 12.00 Wita. Perkilo ikan ikan mujair dipatok dengan harga Rp. 30. 000. (fis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pedagang-ikan-di-pasar-segar-paal-dua-kota-manado-deitje-saat-melayani-pembeli-ikan-mujair.jpg)