Breaking News:

News Analisis

Pengamat: Politik Kekerabatan Tak Masalah, Asalkan Punya Kualitas, Kapasitas dan Integritas

Mereka yang ditunjuk bertarung terdiri atas istri, anak, atau kerabat dekat dari kepala daerah yang sedang atau pernah menjabat.

Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Aldi Ponge
Ferry Liando/ FB
Pengamat Politik Ferry Liando 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado --Adanya unsur kekerabatan dalam dunia politik menjadi hal yang biasa.

Bahkan faktor politik kekerabatan atau dikenal dengan politik Dinasti seakan terus menghiasi setiap adanya perhelatan politik.

Mereka yang ditunjuk bertarung terdiri atas istri, anak, atau kerabat dekat dari kepala daerah yang sedang atau pernah menjabat.

Terkait hal ini mendapat tanggapan dari Pengamat Politik Ferry Liando.

Menurut Akademisi Unsrat ini Demokrasi di Indoensia tidak mengenal sistem dinasti poltik.

Dinasti biasanya hanya berlaku bagi negara yang menerapkan sistim pemerintahan monarki atau kerajaan.

"Dalam sistim ini raja atau pemimpin pemerintahan tidak dipilih langsing oleh masyarakat akan tetapi terpilih secara otomatis berdesakkan hirarki genetik keluarga secara turun temurun.

Ada yg digantikan anakannya secara otomatis, atau digantikan oleh cucu atau adik sedarah sari raja atau ratu sebelumnya," kata Liando.

Lebih lanjut dia memaparkan, di Indonesia, pemimpin pemerintahan tidak berdasarkan hubungan genetik, tetapi dipilih secara langsung oleh masyarakat.

Di Indonesia ada daerah yang mempraktekan itu yakni Daerah Istimewa Jogjakarta. Mereka berbeda dengan daerah yang lain karena faktor keistimewaan. Disana gubernur tidak dipilih, tapi berdasarkan penunjukan langsung dari keluarga kerajaan. 

"Jika ada presiden atau kepala daerah yang akan mengakhiri jabatan dan mencalonkan anggota keluarga sebagai calon pengganti untuk jabatan yang sama itu namanya politik kekerbatan atau politik dinasti atau politik Aji mumpung," sebutnya.

Adapun menurut Liando, Dinasti politik dengan politik dinasti adalah makna yang berbeda namun dalam subjek politik yang sama.

Politik dinasti adalah cara pergantian kepemimpinan menggunakan pendekatan dinasti.

"Sedangkan dalam hal politik kekerabatan atau politik Aji mumpung saya memiliki argumentasi untuk hal. Pertama, jika seseorang calon kepala daerah memiliki kualitas, kapasitas dan integritas maka siapapun dia harus didukung dan diapresiasi termasuk bagi mereka yang memiliki kekerabatan dengan pejabat terdahulu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved