Breaking News:

Berita Manado

Nelayan Keluhkan Sedimentasi Pesisir Pantai Manado yang Semakin Parah

Pesisir Pantai Manado, Sulawesi Utara kini sudah semakin penuh dengan material sedimentasi yang terbawa aliran Sungai Tondano.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Isvara Savitri
Sedimentasi pesisir Pantai Manado, Sulawesi Utara yang tampak di bawah Jembatan Soekarno, Selasa (16/6/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pesisir Pantai Manado, Sulawesi Utara kini sudah semakin penuh dengan material sedimentasi yang terbawa aliran Sungai Tondano.

Tumpukan material sedimentasi ini sudah terjadi bertahun-tahun dan tentunya membuat bibir Pantai Manado semakin jauh.

Penumpukan material sedimentasi ini tampak di pesisir Pantai Manado di daerah Sindulang, tempat para nelayan menyandarkan perahu-perahu mereka.

Bahkan pada Selasa (15/6/2021) terlihat air pantai yang berada dekat bibir pantai berwarna kecokelatan.

Hal ini menandakan penumpukan sedimentasi berupa tanah yang diakibatkan oleh hujan yang seharian mengguyur Kota Manado pada Senin (14/6/2021).

Tentu saja material yang dibawa selepas hujan lebih parah karena aliran air yang turun dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano membawa material pasir lebih banyak dibanding biasanya.

Sedimentasi atau pendangkalan ini rupanya merugikan para nelayan tersebut.

"Kami jadi harus melaut lebih jauh," terang salah satu nelayan bernama Tono, Selasa (15/6/2021).

Tono mengaku sudah menjadi nelayan sejak 20 tahun silam.

Sebelum sedimentasi semakin parah, ia bisa melaut hanya dengan jarak 500 meter.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved