Yasonna Laoly
VIDEO Yasonna Laoly Pegang Wajah Istri dengan Air Mata Bercucuran, Pendeta Gilbert Terharu
Yasonna Laoly seakan belum bisa menerima istri tercinta meninggal. Dia terus memegang wajah istrinya dengan air mata bercucuran.
Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rhendi Umar
TRIBUNMANADO.CO.ID - Yasonna Laoly menangis di dekat Peti Jenazah Istrinya Elisye Widya Kateren.
Air mata Yasonna Laoly terus bercucuran setelah istrinya dipanggil pulang oleh Sang Pencipta.
Ekspresi Menteri Hukum dan Ham ini terlihat dalam video yang dibagikan oleh Pendeta Gilbert Lumoindong.
Yasonna Laoly seakan belum bisa menerima istri tercinta meninggal.
Dia terus memegang wajah istrinya dengan air mata bercucuran.
Dalam postingan tersebut Pendeta Gilbert Lumoindong mengaku terharu melihat Yasonna Laoly yang tanpa gengsi menangis karena kehilangan istrinya.
Pendeta Gilbert Lumoindong pun berdoa agar Yasonna Laoly diberikan kekuatan oleh Tuhan.
Saya terharu, tanpa terasa air mataku meleleh, melihat seorang Menteri, yg tanpa “gengsi dan jaim” menunjukkan cinta serta kehilangan, Istri yg tercinta. Memang benar ungkapan “Dibalik seorang Pria yg Hebat, ada seorang Wanita yg Luar Biasa”
Selamat Jalan Ibu, Tuhan Yesus menyambutMU dengan Mahkota KemuliaanNYA;
Pak Menteri tetap kuat dan teguh ya Pak; Roh Kudus memampukan Bapak, melewati masa2 yg sukar ini
Ungkap Sebuah Penyesalan
Yasonna mengungkapkan rasa penyesalannya tidak sempat menemani mendiang istrinya, Elisye Widya Kateren di saat-saat terakhir.
Awalnya Yasonna mengungkapkan telah membangun bahtera rumah tangga bersama almarhum Elisye selama lebih dari 42 tahun.
"Lebih dari 42 tahun kita lalui bersama. Penuh suka dan duka, canda dan tawa, dan bunga-bunga hidup lainnya. Kita besarkan anak-anak bersama dengan segala dinamikanya. Tentu waktumu yang lebih banyak mengurus mereka dari aku, For that I am forever grateful," kata Yasonna, dikutip Tribunnews.com dari postingan Instagram pribadinya.
Yasonna pun dalam postingannya mengungkap bila dirinya merasa sangat kehilangan atas kepergian Elisye.
"Kita mulai dari nol sampai kita mencapai puncak, then all of a sudden you leave me. Kehilangan itu terasa sangat berat sekali," ujar Yasonna.
Yasonna menceritakan, mendiang Elisye telah 51 hari berjuang melawan penyakit ganas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/menteri-hukum-dan-ham-ri-yasonna-laoly-12121212.jpg)