Berita Sitaro
Sejumlah Sekolah di Sitaro Masih Minim Tenaga Guru
Kekurangan tenaga guru masih dialami sejumlah sekolah di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro)
Penulis: Octavian Hermanses | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kekurangan tenaga guru masih dialami sejumlah sekolah di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
Seperti yang terjadi di SD GMIST Kinali Kecamatan Siau Barat Utara (Sibarut) yang hanya memiliki dua orang guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) termasuk Kepala Sekolah (Kepsek) serta satu orang guru kontrak program Sitaro mengajar.
Padahal, sekolah yang berada di kaki Gunung Karangetang itu memiliki 30 orang siswa.
Kondisi ini pun berdampak terhadap jalannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang kurang optimal.
Hal itu kian diperparah dengan ketidak hadiran salah satu guru PNS sejak awal Mei 2021 lalu.
Baca juga: Mabuk dan Pecahkan Kaca Tempat Karaoke, Pria Ini Dibekuk Tim Totosik
Kepsek SD GMIST Kinali, Sandra Piter mengatakan, dengan keterbatasan tersebut, pihaknya mengambil inisiatif dengan memberdayakan dua orang guru TK Kinali.
"Karena keberadaan ini, maka saya berinisiatif ada guru TK yang lowong karena sekolah Taman Kanak-Kanan diliburkan akibat pandemi Covid-19, maka mereka membantu di SD," kata Piter.
Ia pun berharap, kondisi yang ada di SD GMIST Kinali serta sekolah-sekolah lainnya di Sitaro yang masih kekurangan tenaga pengajar ini bisa mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah daerah.
"Kami sangat mengarapkan kepada Dinas Pendidikan khususnya yang terhormat ibu bupati, agar boleh melihat keberadaan sekolah ini," harapnya.
Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sitaro Budiarto Mukau menjelaskan sejauh ini jumlah guru di Sitaro berdasarkan data dari pemerintah pusat telah menenuhi jumlah sekolah yang ada.
"Dari pusat kita dihitung untuk guru itu sebenarnya sudah cukup, karena yang dihitung di daerah kita ini hanya sekolah negeri," terang Mukau.
Hanya saja, dalam penempatan tugas guru, pemerintah daerah harus membagi tenaga pengajar dengan sekolah-sekolah swasta atau milik yayasan yang notabene dari sisi jumlahnya lebih banyak dibandingkan sekolah negeri.
Baca juga: Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto Hadiri Kegiatan Regional Meeting Kawasan Teluk Tomini & Malut
"Dari 103 SD, 62 berstatus sekolah swasta. Sisanya sekolah negeri sebanyak 41. Sebenarnya untuk sekolah swasta itu harus menjadi tanggungjawab swasta atau yayasan yang menaungi sekolah tersebut," lanjut Mukau.
Meski begitu, pemerintah daerah tak ingin tutup mata dengan keberadaan sekolah-sekolah swasta yang minim tenaga pengajar.
Karenanya, penempatan guru tetap dilakukan untuk menopang aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/aktivitas-belajar-mengajar-di-sitaro.jpg)