Berita Manado
Pedagang Pasar Tuminting Kota Manado Keluhkan Berkurangnya Pendapatan Pasca Digusur
"Waktu masih di Pasar Buha, modal Rp 100 ribu hanya kembali Rp 20 ribu," jelas salah satu pedagang Pasar Tuminting.
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Sudah hampir tiga bulan berlalu sejak Pasar Tuminting yang terletak di Jalan Santiago, Mahawu, Tuminting, Manado, Sulawesi Utara dibongkar.
Karena pembongkaran tersebut para pedagang yang berjumlah 128 orang terpaksa pindah ke Pasar Buha yang terletak di Mapanget.
Namun bukannya untung, para pedagang Pasar Tuminting yang direlokasi ke Pasar Buha justru rugi besar.
Modal yang dimiliki pedagang justru habis dan tidak mendapatkan keuntungan hanya dalam waktu beberapa minggu pasca dipindahkan.
"Waktu masih di Pasar Buha, modal Rp 100 ribu hanya kembali Rp 20 ribu," jelas salah satu pedagang Pasar Tuminting.
Karena terus merugi, akhirnya sebanyak 86 pedagang pindah ke belakang Pasar Tuminting.
Untuk menuju pasar ini, warga Manado harus melewati puing-puing pasar lama masuk ke dalam perkampungan warga.
"Lalu kami mendapat tawaran dari penduduk di belakang Pasar Tuminting ini untuk berjualan. Tapi di sini kan hanya sementara waktu, tidak selamanya," ujar Ketua Koperasi Jago Pasar Tuminting, Sukri Tahirun (42), Jumat (11/6/2021).
Sedangkan sisanya, menurut Sukri ada yang berusaha mencari tempat lain untuk berjualan seperti di Bailang, Pasar Bersehati, atau menjadi penjual keliling.
"Saat ini sudah tidak ada lagi yang mau berjualan di Buha. Mau jual apa di sana? Tidak ada pembeli," terang Sukri.
Sukri berpendapat seharusnya Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melakukan penelitian terkait potensi pembeli terlebih dahulu sebelum membangun pasar.
Sukri yang juga berprofesi sebagai pedagang ikan di Pasar Tuminting mengaku pendapatannya masih berkurang jauh meskipun sudah kembali di sekitar Pasar Tuminting yang lama.
"Berkurang bisa sampai 60 persen. Tadinya sebelum pasar dibongkar omzet per hari bisa Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta," katanya.
Sebelum pindah, Sukri mengungkapkan keuntungan yang ia peroleh bisa Rp 150 ribu-Rp 20 ribu per hari.
Namun sekarang, Sukri mengaku untuk makan harus berpikir karena harus lebih hemat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kondisi-pedagang-pasar-tuminting-yang-berjualan-di-perkampungan-warga-jumat-1162021.jpg)