Berita Bolmong
Bupati Yasti Mokoagow Pimpin Rakor Bersama Sangadi Se-Bolmong, Bahas Dana Desa Hingga Pilsang
Yasti Soepredjo Mokoagow, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) melalui Via Virtual Zoom Meeting, dengan para sangadi (Kepala desa-Red).
Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado -- Bupati Bolaang Mongondwo Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) melalui Via Virtual Zoom Meeting, dengan para sangadi (Kepala desa-Red) yang dilaksanakan di pendopo kantor daerah.
Kepada para wartawan, mewakili Bupati Bolmong, Kepala Dinas pemberdayaan Masyarakat Desa, Deyselin Wongkar mengatakan, rakor yang dilaksanakan membahas berbagai masukan yang ada terkait di desa.
Dikatakan Kadis Deyselin, hal pertama yang menjadi pembicaraan dalam Rakor yang dipimpin Bupati Bolmong, adalah terkait dengan permasalahan atau kendala dengan penyaluran dana desa.
Dimana sampai saat ini sudah ada desa yang telah melakukan penyaluran dana desa, sementara yang lain belum.
“Jadi diharapkan Desa yang lain juga harus bisa sesegera mungkin melengkapi dokumen persyaratan untuk penyaluran dana desa,” ucap dia, Jumat (11/6/2021).
Pembahasan yang lainnya juga terkait dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dievaluasi kembali, guna memastikan apakah BLT apakah tepat sasaran.
“BLT dievaluasi kembali apakah sudah tepat sasaran. Dan Padat Karya Tunai 50 Persen diarahkan untuk lahan tidur yang ada di desa untuk bisa dikembangkan dengan cara dikelola dan mempekerjakan masyarakat,” tambahnya.
Pembahasan yang lainya juga terkait dengan menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala desa (Pilkades) di 96 Desa yang ada di Bolmong.
Dengan alokasi anggaran tahun 2021 yang telah ada sebanyak Rp 1,6 Miliar.
Ini yang harus dievaluasi kembali disebabkan adanya Permendagri yang baru, sehubungan dengan pemilihan Kepala Desa.
Dimana jumlah pemilih maksimal 500 Penduduk 1 TPS.
Dan apabila lebih dari 500 harus 2 TPS.
Hal tersebut mempengaruh anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaan Pilsang naik hingga kurang Lebih 90 Persen.
Sehingga dikatakan Deyselin, harus ada penambahan anggaran sekitar Rp1,5 M untuk biaya TPS yang bertambah.
Sebab dengan begitu otomatis petugas TPS bertambah, maka honor untuk Petugas TPS juga bertambah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dra-hj-yasti-soepredjo-mokoagow-memimpin-rakor-melalui-via-virtual-zoom-meeting.jpg)