Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Presiden Prancis Emmanuel Macron Ditampar Rakyatnya Sendiri di Depan Umum, Terekam Kamera

Seorang pria dengan kaus hijau langsung menampar Presiden Prancis Emmanuel Macron, di mana pengawalnya dengan sigap menariknya.

Editor: Frandi Piring
Kompas TV/TribunMedan/Youtube
Presiden Prancis Emmanuel Macron Ditampar Rakyatnya Sendiri di Depan Umum. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Prancis Emmanuel Macron ditampar warga saat agenda kunjungan kerja.

Presiden Emmanuel Macron mengunjungi Tain-l'Hermitage, di pinggiran Kota Valence namun kejadian tak terduga terjadi.

Orang nomor satu di Prancis itu ditampar oleh seorang pria yang mengenakan kaus hijau.

Pria tersebut langsung menampar Macron, di mana pengawalnya dengan sigap menariknya.

Sosok <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/presiden-prancis' title='Presiden Prancis'>Presiden Prancis</a> <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/emmanuel-macron' title='Emmanuel Macron'>Emmanuel Macron</a> yang Ditampar Pria Tak Dikenal Meski Dikawal 'Paspampres'

(Foto: Sosok Presiden Prancis Emmanuel Macron yang Ditampar Pria Tak Dikenal Meski Dikawal 'Paspampres' ((EMMANUEL MACRON/TWITTER / AFP)

Dilansir BBC, Selasa (8/6/2021), saat menampar Macron, laki-laki itu meneriakkan Montjoie, Saint-Denis.

Seruan itu merupakan teriakan perang di zaman Kerajaan Perancis, merujuk pada panji yang dipegang Raja Charlemagne.

Si penampar sendiri langsung dibekuk. Dia ditangkap dan ditanyai Gendarmerie bersama seorang lelaki lainnya.

Sesaat setelah ditampar, Presiden Prancis sejak 2017 itu kembali ke penghalang dan mencoba berinteraksi dengan warga lainnya.

"Saya tidak apa-apa. Kita harus menempatkan insiden ini, yang menurut saya terisolasi, dalam perspektif tertentu," kata dia kepada harian Dauphine Libere.

Presiden berusia 43 tahun itu menegaskan, dia tidak akan membiarkan sosok perusak masyarakat mendapatkan panggung.

"Saya akan terus melanjutkannya. Tidak ada yang dapat menghalangi saya," tegas Emmanuel Macron.

Jaksa penuntut lokal Alex Perrin, dikutip AFP, menyatakan, saat ini mereka tengah mengungkap motif si penampar dan pria satunya.

Insiden ini terjadi di tengah panasnya tensi pemilihan regional yang bakal diselenggarakan beberapa pekan lagi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved