Breaking News:

KKB Papua

Aparat dan Puluhan Anggota KKB Papua Saling Kontak Senjata 2 Jam, Paksa Masuk Distrik Ilaga

Aparat keamanan dan Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua masih sering terlibat kontak senjata.

Editor: Rhendi Umar
(Sumber: grid.id)
Kolase ilustrasi salah satu pasukan elite TNI AD yakni Yonif 315/Garuda TNI yang akan dikirim ke Papua untuk memberantas kelompok teroris, KKB Papua. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Situasi keamanan di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, belum sepenuhnya kondusif.

Kini aparat keamanan dan Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua masih sering terlibat kontak senjata.

Mereka mencoba masuk ke wilayah Distrik Ilaga, tetapi gagal. 

"Ya, ada kontak senjata. Mereka lepaskan tembakan dulu di ujung Bandara Aminggaru, tapi kita sudah pukul mundur," ujar Kapolres Puncak, Kompol I Nyoman Punia, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (8/6/2021). 

Punia mengatakan, kontak senjata antara KKB dan aparat keamanan berlangsung cukup lama.

"Kejadian pada jam empat sore, kontak senjata terjadi hampir dua jam," kata dia. 

Ilustrasi KKB Papua - Punya Senjata Api Canggih Buatan Amerika Hingga Austria, KKB Papua Nekat Tantang TNI Berperang
Ilustrasi KKB Papua - Punya Senjata Api Canggih Buatan Amerika Hingga Austria, KKB Papua Nekat Tantang TNI Berperang (Facebook TNPNB)

Menurut Punia, jumlah anggota KKB yang terlibat kontak senjata cukup banyak.

Ia menduga, KKB itu merupakan bagian dari kelompok Lekagak Telenggen yang terpencar. 

"Kurang lebih mereka 30 orang, sepertinya mereka kelompoknya Numbuk," kata Nyoman. 

Sebelumnya, seorang warga sipil, Habel Halenti tewas tertembak di Kampung Eromaga, Distrik Omukia, pada Kamis (3/6/2021) sekitar pukul 13.00 WIT. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved