Berita Minut
Siswa di Minahasa Utara Akan Diajari Bahasa Tonsea dan Mandarin
Upaya penyelamatan bahasa Tonsea, salah satu sub etnis Minahasa yang bermukim di Minahasa Utara, dirancang Bupati Minut Joune Ganda
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Upaya penyelamatan bahasa Tonsea, salah satu sub etnis Minahasa yang bermukim di Minahasa Utara, dirancang Bupati Minut Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung.
Joune berencana membuka kurikulum bahasa Tonsea untuk siswa SD dan SMP.
"Kurikulum bahasa Tonsea segera diadakan," kata Kadis Pendidikan Minut Olvi Kalengkongan kepada Tribun Manado Senin (7/6/2021) di kantor Pemkab Bolmong.
Dikatakan Olvi, pembelajaran bahasa daerah bertujuan meningkatkan karakter siswa.
Hal ini sejalan dengan pencanangan Minut sebagai daerah gerakan bumi revolusi mental.
Baca juga: April 2021, Nilai Ekspor Nonmigas Sulut Capai 73,72 Juta Dollar AS
"Pengajaran bahasa Tonsea akan meningkatkan karakter dan budi pekerti karena berisi cerita rakyat yang mengandung ajaran moral," ujar dia.
Tahap awal, ujar dia, bahasa Tonsea akan diajarkan di satu sekolah tiap kecamatan.
Dari situ, berkembang lima sekolah tiap kecamatan. "Guru gurunya kami siapkan," katanya.
Bahasa Mandarin
Tahun ini Dinas Pendidikan Minut juga memprogramkan pembelajaran bahasa Mandarin bagi para siswa.
Olvi mengatakan, tujuan pembelajaran bahasa mandarin adalah untuk menyiapkan generasi muda Minut menghadapi era KEK pariwisata Likupang.
"Wisatawan ke depan paling banyak berasal dari Cina. Ini kesempatan sekaligus
tantangan untuk meningkatkan SDM di bidang bahasa agar peluang dapat kita raih," ujarnya. (art)
Tentang Minut
Minahasa Utara disingkat Minut adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Utara.
Pusat pemerintahan dan ibu kota Kabupaten Minut adalah Kota Airmadidi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/siswa-di-minahasa-utara-akan-diajari-bahasa-tonsea-dan-mandarin.jpg)