Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Internasional

Donald Trump Kecam Kepresidenan Joe Biden: Amerika Direndahkan dan Dipermalukan

Trump mengecam kepresidenan Joe Biden, menuntut reparasi Covid-19 dari China, dan menyindir Dr Anthony Fauci.

Editor: Rhendi Umar
Istimewa
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan dalam acara Operation Warp Speed di Rose Garden, Gedung Putih, Washingtin DC, pada 13 November 2020. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mantan presiden AS Donald Trump saat naik panggung dalam acara Partai Republik di North Carolina, yang menandai kali pertama ia kembali berpidato di depan umum.

Dalam pidatonya pada Sabtu (5/6/2021), Trump mengecam kepresidenan Joe Biden, menuntut reparasi Covid-19 dari China, dan menyindir Dr Anthony Fauci.

Presiden ke-45 AS itu mengatakan kepada hadirin bahwa saat ini "Amerika direndahkan dan dipermalukan" di panggung dunia.

Dia mengatakan "kejahatan merajalela", "ekonomi jeblok", dan "narkoba masuk bebas" di perbatasan yang "dibuka lebar", seperti yang dilansir dari Mirror pada Minggu (6/6/2021).

Tak lama sebelum naik ke atas panggung, pria 74 tahun ini mengatakan Republik akan rebut kembali Kongres dan Gedung Putih "lebih cepat dari yang Anda pikirkan".

Namun, ia tidak mengatakan soal dia akan mencalonkan diri lagi pada pemilu 2024.

Trump telah menyebar kabar kepada relasinya bahwa dia akan diangkat kembali sebagai presiden dalam waktu dekat.

Berpidato selama lebih dari 1 jam dalam acara Konvesi Partai Republik North Carolina, ia juga menyindir kasus Dr Anthony Fauci, dokter terkemuka AS yang menjadi rival Trump dalam pandangan pandemi Covid-19.

Pria 6 anak itu mengatakan bahwa Dr Fauci "bukanlah dokter yang hebat". Lalu berseru, "China harus membayar" karena diduga membocorkan Covid-19 dari laboratorium Wuhan. Itu klaim yang belum terbukti.

Mengenakan dasi merah dan jas hitam, pentolan dari Partai Republik itu berkata, "Saat kita berkumpul malam ini, negara kita sedang dihancurkan di depan mata kita sendiri."

"Kejahatan merajalela, departemen kepolisian dicabik-cabik dan dibekukan, dapat Anda percaya bahwa, apakah itu politik yang baik, melemahkan polisi kita?" lanjutnya.

"Anda melihat perbatasan kita itu terbuka lebar. Imigrasi ilegal meroket pada tingkat yang belum pernah kita lihat sebelumnya, dan ini terjadi selama beberapa bulan," ungkapnya.

"Narkoba masuk bebas, harga gas melonjak, industri kita dijarah oleh serangan siber asing."

"Itu adalah kurangnya rasa hormat terhadap negara kita dan para pemimpin kita," lontarnya.

"Dan berbicara tentang para pemimpin kita, mereka tunduk pada China, Amerika direndahkan dan dipermalukan di panggung dunia," ujarnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved