KKB di Papua
Cerita Hidup Habel Halenti, Yatim Piatu Sejak Usia 10 Tahun, Merantau ke Papua Tewas Ditembak KKB
Kisah perjalanan hidup Habel Halenti. Jadi anak yatim piatu sejak kecil, merantau ke Papua hingga meninggal jadi korban kekejian teroris KKB.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Cerita perjalanan kehidupan sosok Habel Halenti (30), anak rantau yang ditembak teroris Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) di Papua Kamis (3/6/2021) pekan lalu.
Habel Halenti yang berprofesi sebagai tukang bangunan tewas ditembak anggota KKB di Papua tiba di kampung halamannya, Alor, NTT, Minggu (6/6/2021).
Hidup sebagai anak rantau di tanah Cendrawasih, tak ada yang tahu Habel Halenti akan menjadi korban aksi keji teroris KKB.
Namun, di balik tragedi penembakan itu, kisah hidup almarhum Habel Halenti menyisahkan kepiluan.
Hidup sebagai anak yatim piatu sejak kecil, Habel berjuang untuk menyambung hingga Merantau ke Papua.
(Foto: jenazah Habel Halenti, Warga yang Tewas Ditembak KKB di Papua Kini Dimakamkan. Ternyata Yatim Piatu. (Dokumen Sekretaris Camat Kabola Charles Bainkabel)
Sepenggal cerita itu diungkapkan Sekretaris Camat Kabola, Charles Bainkabel mengatakan, orangtua Habel meninggal sejak 20 tahun lalu, saat Habel berusia 10 tahun.
Habel Halenti juga tidak memiliki saudara kandung karena lahir sebagai anak tunggal.
"Dia anak tunggal, kedua orangtuanya sudah lama meninggal," kata Charles, Minggu (6/6/2021).
Sosok Habel Halenti pun kemudian diasuh oleh keluarganya di RT 8 RW 4, Dusun 2 Desa Lawahing, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor.
Ketika dewasa, Habel merantau ke sejumlah daerah, salah satunya Papua yang menjadi tempat dirinya menjadi korban keberingasan KKB.
Kabar Habel Halenti terlambat sampai ke keluarga
Insiden penembakan pada Kamis (4/6/2021) itu tidak bisa langsung dikabarkan kepada keluarga Habel karena masalah jaringan telepon seluler.
Akibatnya, pihak keluarga baru mengetahui kabar Habel meninggal dunia pada Sabtu (5/6/2021), dua hari setelah kejadian.
"Tadi saya langsung bertemu keluarganya di kampung dan mereka baru dapat informasi meninggalnya Habel tadi pagi," ungkap Charles kepada Kompas.com, Sabtu (5/6/2021) malam.
Keluarga baru bisa menjemput jenazah dari Papua ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (6/6/2021).
Jenazah diantarkan oleh sejumlah pihak dari Kabupaten Puncak menuju Bandara Mali Alor.
(Foto: Cerita hidup Habel Halenti, yatim piatu sejak usia 10 tahun. Merantau ke Papua, kini meninggal ditembak KKB. Jenazah Habel Helenti (30) saat tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika setelah dibawa menggunakan pesawat berbadan kecil dari Bandara Aminggaru, Ilaga, Sabtu (5/6/2021). (IRSUL PANCA ADITRA)
Mereka antara lain Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Puncak Fabianus Ado,
yang juga merupakan Ketua Paguyuban Flobamora (Perkumpulan warga NTT), bersama anggota Flobamora bernama Domikus Mokoil.
Kemudian satu orang pendeta asal Papua, bernama Pih Newegalen dan anggota polisi dari Polres Timika bernama Jemis Sakala.
Pihak TNI dan Polri di Alor juga dilibatkan dalam proses pemulangan.
Petugas membatasi jumlah penjemput jenazah karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.
Transit di 5 bandara
Kendala lain ialah pemulangan membutuhkan waktu cukup lama, sebab penerbangan harus menjalani transit di lima bandara.
Menggunakan pesawat carter Dimonim Air, rombongan pengantar jenazah terbang dari Kabupaten Puncak dan transit di Kabupaten Timika, Sabtu (5/6/2021) siang.
Kemudian terbang ke Makassar dan selanjutnya menuju Jakarta dan tiba Sabtu sore.
Dari Jakarta, jenazah Habel diberangkatkan Minggu subuh dan tiba di Bandara El Tari Kupang pukul 07.00 Wita.
"Jenazah baru saja tiba di Bandara Mali, tadi pagi sekitar pukul 09.30 WITA," kata Charles, Minggu.
Tembakan di belakang leher
Diberitakan sebelumnya, peristiwa bermula saat korban bersama dua rekannya, Muhammad Alif dan Abdul Haras'z berangkat
dari kamp karyawan di kompleks pancuran Kampung Kibogolome, Distrik Ilaga, Kamis (3/6/2021) sekitar pukul 12.30 WIT.
Mereka saat itu menuju ke arah Kampung Eronggobak, Distrik Omukia menggunakan mobil dinas milik Pemda Puncak berjenis pikap double cabin putih yang biasa digunakan untuk mengangkut babi.
(Foto: Potret Jenazah Habel Halenti (30) saat dievakuasi ke Puskesmas Ilaga, Kamis (3/6/2021). Warga sipil yang ditembak KKB. (Foto Portal Papua)
Saat hendak pulang pukul 13.00 WIT, mereka dicegat oleh dua anggota KKB bersenjata laras panjang dan pendek.
KKB saat itu menembak ke arah belakang leher korban hingga tewas di tempat.
"Korban sempat berteriak "ampun komandan" namun langsung ditembak oleh salah satu KKB yang menodongkan senpi tersebut sebanyak satu kali," kata Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri di Jayapura, Kamis (3/6/2021).
Menurutnya, korban adalah warga yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan.
"Hari ini (3/6/2021) terjadi aksi penembakan yang dilakukan KKB di Omukia dan menewaskan Hable Halenti yang biasa bekerja sebagai tukang bangunan," ujarnya.
Baca juga: Jenazah Habel Halenti Dimakamkan, Sosok Anak Yatim Piatu yang Ditembak KKB Pergi Untuk Selamanya
Baca juga: KKB Papua Bunuh Tukang Bangunan dan Bakar Bandara Aminggaru, Sempat Kontak Senjata dengan Aparat
Baca juga: Warga Sipil Tewas Ditembak di Pasar Jibama Wamena Jayawijaya-Papua, Sebelumnya Anak Yatim Piatu
(Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Kisah Sedih Habel Halenti, Merantau ke Papua Jadi Tukang Bangunan tapi Tewas karena Teroris KKB,