Berita Bolsel
Tak Punya Kartu, Masyarakat Bolsel Bisa Klaim BPJS Kesehatan dengan KTP
Menanggapi keluhan masyarakat terkait masih banyaknya peserta BPJS Kesehatan di Bolsel yang belum memegang kartu, Bupati sudah megoordinasikan
Penulis: Nielton Durado | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Menanggapi keluhan masyarakat terkait masih banyaknya peserta BPJS Kesehatan di Bolsel yang belum memegang kartu.
Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Haji Iskandar Kamaru mengaku sudah mengkoordinasikan hal tersebut.
Bupati Bolsel saat bersuah dengan pewarta Jumat (4/6/2021) menyampaikan, pihaknya telah mendesak BPJS untuk mengatasi distribusi kartu peserta pada masyarakat termasuk persoalan lainnya.
“Kami berharap persoalan ini segera diselesaikan, termasuk adanya data ganda peserta,”ungkapnya.
Untuk masyarakat yang belum memegang kartu.
Baca juga: Menyambut Euro Edisi Spesial, 2020, Menanti Ledakan Inggris dan Kejutan Spanyol
Pihak BPJS juga sudah memberikan perlakuan khusus.
“Bagi yang belum pegang kartu, bisa melakukan klaim dengan menggunakan KTP. Yang penting KTP Bolsel,”beber Iskandar Kamaru.
Ia juga menambahkan, Pemda saat ini telah mengcover 100 persen masyarakat Bolsel ke dalam jamian kesehatan
“Kami berharap itu bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam aspek kesehatan,”harap bupati.
Sebelumnya diketahui, tak sedikit warga yang mengeluh hingga kini belum memegang kartu jaminan dari BJPS Kesehatan.
Padahal, sejauh ini Pemkab Bolsel telah mengelontorkan dana APBD kurang lebih Rp.5 Miliar tiap tahunnya untuk mengkover seluruh masyarakat dalam jaminan BPJS.
Baca juga: Polsek Mapanget Amankan 45 Siswa, Akan Lakukan Konvoi Perayaan Kelulusan
Sunardi Kadullah, Anggota DPRD Bolsel saat bersuah di kantornya menegaskan, pihak BPJS harus segera menyelesaikan semua persoalan yang terjadi di lapangan termasuk persoalan banyaknya masyarakat yang belum memegang kartu.
“Sejauh ini Pemkab Bolsel tidak pernah telat dalam memenuhi tanggungjawabnya ke pihak BPJS," ujarnya.
Miliaran dana APBD yang dialokasikan untuk jaminan tersebut.
Namun pihak BPJS sepertinya mengabaikan tanggungjawabnya dan kurang profesional memenuhi hak masyarakat.
“Saya mewakili DPRD Bolsel memberikan tenggang waktu kepada pihak BPJS hingga akhir Juni ini, agar segera menyelesaikan persoalan yang ada di tengah masyarakat,”tegasnya.
Baca juga: Guru Honorer Ini Kaget Utang Pinjam Online Bengkak Jadi Rp 206 Juta, Padahal Hanya Pinjam Rp 5 Juta
Menurut Sunardi, apabila persoalan itu tidak diselesaikan dengan baik.
Maka dirinya akan menjadi orang pertama yang akan mendesak bupati dan sekertaris daerah untuk memutus kerjsama dengan BPJS.
“Saya tidak main-main dengan persoalan ini, dan hal ini juga saya sudah rundingkan dengan rekan-rekan DPRD lainnya,”pungkas politisi PDI Perjuangan ini. (Nie)
Tentang Bolsel
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia dengan pusat pemerintahan berada di Molibagu.
Jarak dari Ibu Kota Provinsi Sulut, Kota Manado ke Ibu Kota Kabupaten Molibagu yakni 264,9 km atau 6 jam 22 menit perjalanan menggunakan kendaraan.
Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2008 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Bolaang Mongondow.
Kabupaten ini berbasatan dengan Kabupaten Bolmong, Boltim, Bolmut dan Provinsi Gorontalo.
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan terdiri dari 7 kecamatan dan 81 desa, dengan luas wilayah 1.615,86 km².
Saat ini Kabupaten Bolsel dipimpin Bupati Iskandar Kamaru dan Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid
Baca juga: Gempa Bumi Terkini 5.4, Info BMKG Ini Lokasi Titik Pusat Gempa, Terjadi Malam Ini Jumat (4/6/2021)
YOUTUBE TRIBUN MANADO: