Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Mutilasi

Seorang Istri Muda Dimutilasi setelah Pamit Beli Susu, Suami Menunggu Tak Kunjung Pulang

Seorang IRT istri muda di Banjarmasin menjadi korban pembunuhan sadis dengan cara mutilasi oleh sosok pria. Mayatnya ditemukan di rumah kosong.

Editor: Frandi Piring
Banjarmasin Post
Pembunuhan sadis mutilasi terhadap seorang perempuan ibu rumah tangga (IRT) istri muda di Banjarmasin. 

Sebelumnya, sebelum menemukan sosok mayat tersebut Indra yang rumahnya berada tepat di sebelah rumah kosong tempat kejadian perkara mengaku sempat pula mendengar teriakan minta tolong.

"Sempat terdengar ada yang minta tolong, itu sekitar jam 2 pagi," kata Indra.

Namun Ia tak mengira teriakan minta tolong tersebut berasal dari rumah kosong di sebelah rumahnya.

Ia mengaku baru mendatangani lokasi tersebut beberapa jam setelah mendengar teriakan saat diberitahu warga lainnya bahwa ada terlihat kobaran api.

Indra menyebut rumah yang menjadi lokasi penemuan mayat perempuan tanpa kepala itu sudah kosong sejak sekitar lima tahun lalu.

"Rumah ini memang sudah kosong lama sekitar lima tahunan tidak ditempati orangnya," kata Indra.

4. Residivis narkoba

Heri Purwanto alias Ari disebut-sebut sebagai terduga pelaku pembunuh Rahmah (33), yang tewas mengenaskan. Rabu (2/6/2021).

Hal tersebut diungkapkan oleh berinisial RD, warga Jalan Pembangunan satu Rt 30 Rw 02 Kelurahan Belitung Selatan, Kecamatan Banjarmasin Barat, yang tak lain adalah tetangga Ari.

Pelaku Pembunuhan sadis <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/mutilasi' title='mutilasi'>mutilasi</a> perempuan <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/ibu-rumah-tangga' title='ibu rumah tangga'>ibu rumah tangga</a> (IRT) <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/istri' title='istri'>istri</a> muda di <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/banjarmasin' title='Banjarmasin'>Banjarmasin</a>.

(Foto: RD (baju putih) pelaku pembunuhan sadis mutilasi perempuan ibu rumah tangga (IRT) istri muda di Banjarmasin. (Banjarmasin Post)

RD mengaku terkejut setelah mengetahui Ari ditangkap oleh polisi, karena diduga sebagai pelaku pembunuhan.

Padahal jelas RD baru saja ia berpapasan dengan Ari.

"Baru pagi tadi berpapasan, kira-kira pukul 08.00 Wita, saya lihat dia jalan kaki sendiri," katanya.

Dijelaskannya Ari sehari-sehari memang terlihat memiliki gangguan jiwa, sebab sering teriak-teriak sendirian di posko jaga malam.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved