Breaking News:

News

Mbah Pa'at, Pria 111 Tahun Jelaskan Misteri Lokasi Laka Maut 8 Orang di Malang, Saksi Bisu G30SPKI

Kakek berusia 111 tahun bernama Supa'at mengenang tempat lokasi TKP kecelakaan pikap 8 orang tewas di Malang merupakan saksi bisu peristiwa G30SPKI.

Editor: Frandi Piring
Kolase Tribun Manado/Surya.co.id
Mbah Pa'at jelaskan lokasi kejadian kecelakaan maut mobil pikap di Poncokusumo, Malang, yang menewaskan 8 orang. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Misteri di lokasi kejadian kecelakaan maut pikap di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, yang menewaskan 8 orang diceritakan seorang sesepuh 111 tahun.

Masih dalam suasana dengan bau semerbak bunga tercium di tempat lokasi kejadian laka maut, seorang kakek menjelaskan sejarah lokasi TKP insiden nahas itu.

Kakek Supa'at atau Mbah Paat yang mengaku berusia 111 tahun pun menjelaskan tentang masa lalu TKP kecelakaan yang menewaskan 8 orang tersebut.

Di lokasi kejadian, tampak sesajen dan bunga ritual selamatan masih berada di bawah pohon, saksi bisu nahasnya kecelakaan.

Mobil pikap tabrak pohon menyebabkan tujuh penumpangnya meninggal dunia di Poncokusumo, Kabupaten <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/malang' title='Malang'>Malang</a>, Rabu (26/5/2021).

(Foto: Mobil pikap tabrak pohon menyebabkan tujuh penumpangnya meninggal dunia di Poncokusumo, Kabupaten Malang, Rabu (26/5/2021). (istimewa/warga)

Tempat tersebut tepatnya berada di jalan Jalan Raya Dusun Simpar, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusomo, Kabupaten Malang.

Sesepuh warga setempat bernama Supa'at mengenang tempat sekitar lokasi TKP kecelakaan merupakan saksi bisu peristiwa G30SPKI.

"Disitu dulu zaman PKI ada banyak orang dikuburkan dalam satu liang. Kalau 100 orang ya lebih, lubangnya cuma satu saja.

Ya di sekitar jalan itu (tempat kecelakaan),” ujar pria yang akrab mbah Pa'at ketika ditemui di kediamannya pada Rabu (2/6/2021) sore.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved