Berita Manado
Stunting di Kota Manado, Kepala Bappelitbang Laporkan Ada 399 Kasus
Kasus stunting di kabupaten/kota pun dibeber pada Rapat Kordinasi dan Evaluasi Penanganan Stunting se Sulut di Hotel Luwansa Manado, Rabu (2/6/2021).
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kota Manado, sebagai Ibu Kota Provinsi Sulut tak lepas dari masalah stunting.
Stunting dimaksud yakni kondisi anak yang mengalami kekerdilan dalam masa pertumbuhannya akibat kurangnya asupan gizi.
Kasus stunting di kabupaten/kota pun dibeber pada Rapat Kordinasi dan Evaluasi Penanganan Stunting se Sulut di Hotel Luwansa Manado, Rabu (2/6/2021).
Kota Manado pun tak luput dari kasus stunting yang melanda bayi yang lahir di ibu kota provinsi ini.
Liny Tambajong, Kepala Bapelitbang Kota Manado menyampaikan tahun 2020 ada 399 kasus stunting.
Angka ini ditemukan dari 4.881 input masukan dari Puskemas yang ada di Kota Manado.
"Angka Prevalensi stunting Kota Manado 6,13 persen," ujarnua
Angka ini diinput dari 16 Puskesmas, kata Linny paling besar Puskesmas Paniki Bawah input masukan dari puskesmas sebanyak 186 dengan jumlah kasus 70.
Dari data tersebut, Pemkot Manado pun langsung bergerak menetapkan 15 Locus untuk penanganan stunting.
Pemerintah Kota Manado pun menetapkan tahun 2021 angka prevalensi stunting turun di angka 6 persen, dan tahun 2020 turun sedikit 5,9 persen
Pemkot Manado tidak mematok target besar, kata Liny alasannya penduduk Manado bertambah signifikan.
Pemkot pun sudah menyiapkan aplikasi elektronik untuk memonitor kasus stunting.
Provinsi Sulut melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sulut menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi penanganan Stunting se Sulut tahun 2021 di Hotel Luwansa Manado, Rabu (2/5/2021).
Rakor dibuka Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw.
Hadir para kepala daerah kabupaten/kota di Sulut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rapat-kordinasi-dan-evaluasi-penanganan-stunting-se-sulut-di-hotel-luwansa-manado.jpg)