Breaking News
Rabu, 3 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tokoh

2 Juni 1897 Bapak Republik Indonesia Tan Malaka Lahir, Tokoh Besar yang Gugur Ditembak TNI

Pada bulan Februari 1949, Tan Malaka ditangkap bersama beberapa orang pengikutnya di Pethok, Kediri, Jawa Timur.

Tayang:
Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID,Manado - Ada banyak tokoh dan pejuang yang telah mengorbankan pemikiran, jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia. 

Salah satu dari tokoh tersebut adalah seorang revolusioner bernama Tan Malaka.

Hari ini 2 Juni 1897, di Pandam Gadang, Suliki, Sumatera Barat, Tan Malaka lahir.

Meski tidak termasuk dalam deretan nama-nama tokoh yang turut merancang proklamasi kemerdekaan Indonesia, namun sumbangsi seorang Tan Malaka tak kalah pentingnya. 

Ia adalah penggagas dari bentuk Negara Indonesia setelah merdeka, yakni Negara Republik. 

Republik adalah negara yang dijalankan berdasarkan prinsip kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara demokratis melalui pemilihan umum.

Pembentukan Republik Indonesia disebut-sebut terinspirasi dari catatan Tan Malaka yang berjudul Naar de Republiek Indonesia (1925).

Ide Tan Malaka dianggap sangat penting oleh tokoh pergerakan Indonesia lainnya. Bung Karno, Proklamator Indonesia bahkan menyebut Tan sebagai guru. 

Namun demikian Ia adalah tokoh besar Indonesia yang mengalami hidup teramat tragis.

Menyuarakan perjuangan lewat tulisan, ikut turun langsung dalam medan pertempuran, menjadi pendidik untuk generasi bangsa, bicara di forum internasional demi nasib Rakyat Indonesia, berkali-kali keluar masuk penjara.

Hingga menjadi pelarian akibat terus-terusan diburu Interpol dan Polisi Kolonial. Dan akhirnya, gugur di ujung bedil tentara Republik yang turut dirintisnya.

Riwayat

Tan Malaka
Tan Malaka ()

Tan Malaka lahir dengan nama Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka pada tanggal 2 Juni tahun 1897, di Suliki Sumatera Barat.

Dari gelarnya dapat diketahui bahwa Tan Malaka adalah seorang bangsawan. 

Masa kecil Tan Malaka erat dengan agama. Ia bahkan tinggal di Surau dan mempelajar Al-Quran.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved