Hari Pancasila
Maurits dan Hengky Pakai Pakaian Daerah di Hari Lahir Pancasila
Penggunaan pakaian adat juga digunakan Audy Pangemanan Sekda Kota Bitung adat Minahasa, Ketua DPRD Aldo Ratungalo pakaian adat Nusa Utara.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado – Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM dan Wakil Wali Kota Hengky Honandar, kompak pakai pakaian Adat Minahasa, saat mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni.
Keduanya mengikuti upacara secara virtual dari Gedung Pancasila di ruang sidang lantai IV kantor walikota Bitung, Rabu (1/6/2021).
Penggunaan pakaian adat juga digunakan Audy Pangemanan Sekda Kota Bitung adat Minahasa, Ketua DPRD Aldo Ratungalo pakaian adat Nusa Utara.
Asissten II Jeffry Wowiling memakai adat Nusa Utara, Asissten III Youke Senduk adat Minahasa dan Julius Ondang Kadis Pendidikan dan Kebudayaàn kota Bitung pakai pakaian adat Minahasa.
Meski hanya lewat virtual, jalannya upacara peringatan Hari Lahir Pancasila berlangsung khidmat dan diikuti dengan baik oleh perwakilan jajaran pemkot Bitung dan perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kota Bitung.
Polres Bitung dihadiri Wakapolres Kompol Hendra Derizen, Kodim 1310 Bitung diwakili Kasdim Mayor Inf Hardi Gue.
Perwakilan Pengadilan Negeri Bitung Wakil Ketua Rudan, perwakilan Satrol TNI AL Lantamal VIII Kapten Laut (P) Agus Gunawan Komandan KAL Patola.

“Iya, pakaian adat saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila sesuai arahan dari Pemerintah pusat. Menunjukkan dan perlihatkan keberagaman adat, yang begitu banyak dan tetap kuat serta kokoh dalam persatuan,” kata Hengky Honandar Wakil walikota (Wawali).
Hengky Honandar mewakili pemerintah dan masyarakat Kota Bitung menyampaikan selamat memperingati Hari Lahir Pancasila.
Jaga dan rawat nilai-nilai serta makna yang terkandung dalam Pancasila.
Lewat momemtum tersebut, Hengky ajak untuk tingkatkan rasa gotong royong dan bersatupadu dalam upaya menghadapi pandemi Covid 19.
Pada upacara itu Joko Widodo Presiden Indonesia bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Dalam Pidatonya Jokowi bilang, peringatan hari Lahir Pancasila disetiap tanggal 1 Juni harus benar-benar dimanfaatkan untuk mengokohkan nilai-nilai Pancasila.
Dalam bersyarakat, berbangsa dan bernegara.
Walaupun, Pancasila telah menyatu dalam kehidupan kita sepanjang republik Indonesia ini berdiri.
Namun tantangan, yang dihadapi Pancasila tidaklah semakin ringan.
Globalisasi dan Interaksi antar belahan Dunia, tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan.
Yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antar pandangan, rivalitas antara nilai-nilai, dan rivalitas antar ideologi.
Ideologi transnasional cenderung semakin meningkat, memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara dan berbagai strategi.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga mempengaruhi lanskap kontestasi ideologi. Revolusi industri 4.0 telah menyediakan berbagai kemudahan dalam berdialog dalam interaksi dan berorganisasi dalam skala besar lintas negara.
Ketika konektivitas 5G melanda dunia maka interaksi antar dunia juga akan semakin cepat. Kemudahan ini bisa digunakan oleh ideolog-ideolog transnasional radikal untuk merambah ke seluruh pelosok Indonesia, ke seluruh kalangan, dan keseluruh usia tidak mengenal lokasi dan waktu.
Kecepatan ekspansi ideologi transnasional radikal bisa melampaui standar normal ketika memanfaatkan disrupsi teknologi ini.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah Air menghadapi semua ini perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa. Diperlukan cara-cara baru yang luar biasa. Memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama revolusi industri 4.0.
Dan sekaligus Pancasila harus menjadi pondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkeIndonesiaan.
Saya mengajak seluruh aparat pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para pendidik, kaum profesional, generasi muda Indonesia, dan seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu dan bergerak aktif memperkokoh nilai-nilai Pancasila dalam mewujudkan Indonesia maju yang kita cita-citakan.
Selamat memperingati hari lahir Pancasila. Selamat membumikan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (crz)
Tentang Bitung
Kota Bitung adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara.
Jarak dari Manado ke Manado Ibukota Provinsi Sulut yakni 42,4 kilometer lewat Jalan Tol Manado - Bitung, atau sekitar 50 menit ditempuh dengan kendaraan roda empat.
Kota ini memiliki perkembangan yang cepat karena terdapat pelabuhan laut yang mendorong percepatan pembangunan.
Wilayah Kota Bitung terdiri dari wilayah daratan yang berada di kaki gunung Dua Saudara dan sebuah pulau yang bernama Lembeh.
Kota Bitung terdiri dari 8 kecamatan dan 69 kelurahan, dengan luas wilayah 302,89 km² dan sebaran penduduk 730 jiwa/km²
Saat ini Kota Bitung dipimpin Wali Kota Maurits Mantiri dan Wakil Wali Kota Hengky Honandar.
• Tampil di Tribun Bakudapa, Wabup John Palandung Paparkan Sinergitas Pembangunan di Sitaro
• Ketua DPRD Sitaro Djon Janis: Pancasila Mempersatukan Bangsa
• Istri Sah Labrak Suami Selingkuh di Indekos, Jadi Papa Jarang Pulang, Tuan Kos: Jangan Buat Malu Aku