Ekspor
Olly Dondokambey Berhasil Jaga Kinerja Ekspor Sulut, Neraca Dagang Surplus 71,13 Juta Dolar AS
Pandemi Covid-19 memukul sendi-sendi perekonomian global. Namun demikian, ekonomi Sulawesi Utara masih bisa survive dan semakin membaik
Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pandemi Covid-19 memukul sendi-sendi perekonomian global. Namun demikian, ekonomi Sulawesi Utara masih bisa survive dan semakin membaik.
Pemprov Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw bahkan berhasil menjaga surplus neraca perdagangan Sulut.
Terbukti, selain ekonomi Sulut tumbuh 1,87 persen pada Triwulan I Tahun 2021.
Selain ekonomi Sulut masih tumbuh, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut mencatat neraca perdagangan Sulut sepanjang 2021 masih surplus
Baca juga: Dukung Airlangga Hartarto Bertarung di Pilpres 2024, Djemmy Sundah Nyatakan Siap All Out di Tomohon
Neraca perdagangan diukur melalui penghitungan net ekspor, yakni otal ekspor dikurangi total impor.
Tercatat hingga April 2021 mengalami surplus, senilai US$71,13 juta.
Data sementara BPS Sulut menunjukkan nilai FOB Ekspor Nonmigas Sulut pada bulan April 2021 senilai US$73,72 juta sementara impornya senilai US$2,59 juta.
Komoditi ekspor pada bulan ini masih tetap didominasi oleh lemak dan minyak hewan/nabati.
Negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Sulut pada April 2021 adalah Singapura sebesar US$ 12,40 juta (16,82 persen dari total ekspor). Adapun produk yang paling banyak diekspor ke negara tersebut adalah perhiasan/permata.
Dari sisi volume ekspor Sulut bulan April 2021, salah satu negara tujuan yang mengalami peningkatan volume ekspor terbesar adalah Malaysia sebesar 58.075,96 persen dan Vietnam sebesar 3.590,68 persen. Selain itu, negara tujuan dengan berat ekspor terbesar adalah Philipina yang mencapai 40.000 ton atau 33,84 persen dari total berat ekspor dan Tiongkok yang mencapai 39.666,78 ton atau 33,56 persen dari total berat ekspor.
Sebagian besar komoditas ekspor nonmigas Sulut dikirim melalui beberapa pelabuhan muat di Sulut dan juga melalui pelabuhan muat di provinsi lain. Pada bulan April 2021, sebanyak 35,95 persen barang ekspor dikirim melalui pelabuhan muat Bitung.
Komoditi terbesar yang dikirimkan melalui Pelabuhan muat ini adalah Lemak dan Minyak Hewan/Nabati dengan negara tujuan Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan.
Dari sisi volume, Pelabuhan Labuhan Uki merupakan pelabuhan muat terbesar di Sulut pada bulan April 2021, dimana sebanyak 59,43 persen barang ekspor dikirim melalui pelabuhan muat ini.
• Prakiraan Cuaca Jabodetabek Besok Selasa 1 Juni 2021, BMKG: Tiga Kota Ini Akan Diguyur Hujan
Komoditas ekspor yang dikirim dari pelabuhan ini adalah Garam, Belerang, Kapur dengan negara tujuan Tiongkok dan Philipina. Dibandingkan dengan bulan Maret 2021 (m-to-m), volume ekspor di Labuhan Uki mengalami peningkatan sebesar 5,80 persen.
Adapun dari sisi volume impor Sulut pada April 2021, salah satu negara pemasok yang memiliki volume terbesar adalah Tiongkok dengan berat mencapai 1.741,33 ton atau 88,72 persen dari total berat impor dengan komoditi terbesar yang diimpor mesin-mesin/pesawat mekanik, besi dan baja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/olly-dondokambey-dan-ekspor-sulut.jpg)