Berita Heboh

Kondisi Dadang Buaya, Pria Mabuk Bawa Sajam yang Datangi Koramil & Polsek, Menyesal Usai Babak Belur

Diduga merasa tak puas, Dadang bersama sejumlah kawannya mendatangi Koramil Pamengpeuk dengan mengendarai mobil.

Kolase Tribun Lampung
Pria berambut coklat bernama Dadang Buaya bersama belasan orang lainnya menyerang Markas Koramil Pameungpeuk dan Markas Polsek Pameungpeuk yang ada di selatan Garut, Jawa Barat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Alkohol membuat seorang leluasa melakukan segala hal.

Mabuk membuat seseorang mengatakan dan melakukan hal-hal yang seharusnya dihindari.

Orang-orang sering minum karena merasa alkohol menimbulkan keberanian dalam diri mereka saat menghadapi situasi yang sulit.

Hal itu terjadi pada seorang pria bernama Dadang alias Dadang Buaya (45).

Dadang Buaya, Pria Mabuk yang Mengamuk di Kantor <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/koramil' title='Koramil'>Koramil</a> dan <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/polsek' title='Polsek'>Polsek</a> Pameungpeuk Ditangkap Polisi

Ia nekat membawa senjata tajam mendatangi markas Komando Rayon Militer (Koramil) dan Kepolisian Sektor (Polsek) Pamengpeuk di Garut, Jawa Barat.

Ketika menyambangi Koramil dan Polsek Pamengpeuk, lelaki bernama Dadang alias Dadang Buaya (45) ini diduga sedang dalam kondisi mabuk berat.

Di Koramil, dia mencari anggota TNI yang sempat terlibat perkelahian dengannya.

Istri Selingkuh dengan Teman Kerja Suaminya, Situasi Memanas Saat Sebuah Pengakuan Diungkap

Sedangkan, di Polsek, dia ingin menemui Bripka Dedi, seorang petugas Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Mancagahar.

Bripka Dedi adalah orang yang melerai perkelahian Dadang Buaya dengan anggota TNI, yang merupakan adik seorang nelayan.

Awalnya, Dadang sempat cekcok dengan si nelayan.

Kronologi

Kepala Sub Bagian Humas Kepolisian Resor Garut Iptu Muslih Hidayat menjelaskan, peristiwa ini terjadi pada Jumat (28/5/2021) sekitar pukul 07.00 WIB.

Pagi itu, di ruas jalan Pamengpeuk-Cikelet, Dadang Buaya berpapasan dengan Jaka, seorang nelayan warga Desa Mancagahar yang baru pulang melaut.

Kondisi Terakhir <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/dadang-buaya' title='Dadang Buaya'>Dadang Buaya</a>: Serang Markas TNI dan Polri saat Mabuk, Menyesal ketika Babak Belur

"Mereka hampir bertabrakan, karena Dadang membawa motor bukan di jalurnya, lalu Jaka menegurnya," ujarnya.

Waktu itu, Dadang diduga sedang dalam kondisi mabuk berat akibat menenggak minuman beralkohol.

Tidak terima terhadap teguran Jaka, dia kemudian turun dari motor, menghampiri Jaka, lalu menodongkan senjata tajam ke leher sang nelayan. Dadang diduga juga menampar Jaka.

"Perselisihan berlanjut cekcok mulut antara keduanya di depan sebuah hotel, Jaka lalu meminta bantuan adiknya yang juga anggota TNI yang kebetulan sedang cuti," ucap Muslih.

Di depan hotel, Dadang terlibat adu mulut dengan adik Jaka. Percekcokan itu berujung perkelahian.

Usai mendapat laporan warga, Bripka Dedi mendatangi lokasi. Bermaksud ingin melerai, Dedi justru menjadi korban pemukulan yang dilakukan Dadang.

"Bripka Dedi sempat dipukul dan dibanting pelaku, bahkan sempat membacok Bripka Dedi dengan golok yang direbut Dadang dari petani yang lewat, tapi berhasil digagalkan, setelah itu keributan berhasil diredakan oleh anggota Polsek Pamengpeuk," bebernya.

Datangi Koramil dan Polsek

Diduga merasa tak puas, Dadang bersama sejumlah kawannya mendatangi Koramil Pamengpeuk dengan mengendarai mobil.

Mengaku mencari anggota TNI yang terlibat perkelahian dengannya, Dadang datang sambil membawa senjata tajam.

"Anggota Koramil Pamengpeuk yang menghalau, berhasil mengamankan senjata tajam berupa golok, samurai dan igrek dari mobil Dadang," tutur Muslih.

Tak bertemu dengan pria yang ia cari, Dadang dan teman-temannya bergerak menuju Polsek Pamengpeuk. Dia berniat mencari Bripka Heri.

"Di Polsek Pamengpeuk, sempat menyerang satu anggota polisi lain, yaitu Bripka Uun, tapi berhasil dilerai hingga rombongan Dadang disuruh pulang," terangnya.

Ditangkap

Tak berselang lama, Dadang ditangkap di rumahnya di Kampung Cibera Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut.

Penangkapan ini didasari hasil konsolidasi Koramil dan Polsek Pamengpeuk.

"Jam 11.30 siangnya, Dadang diamankan dirumahnya oleh petugas Polsek Pamengpeuk dipimpin langsung Kapolsek, lalu pelaku dibawa ke Polres Garut," ungkap Muslih.

Serbu markas tentara dan polisi

Seperti diberitakan, Dadang Buaya mengamuk dan menyerang Koramil dan Polsek Pameungpeuk bersama dengan 14 preman temannya pada Jumat (28/5/2021).

Mengutip Tribun Jabar, Dadang Buaya memimpin penyerangan Polsek dan Koramil Pameungpeuk dengan membawa senjata tajam samurai, celurit hingga golok.

Sosok Faisal Harris, Suami Jennifer Dunn Punya 30 Aset Bernilai Fantastis, Warisan Mantan

Aksi Dadang Buaya dan gerombolan preman di Garut ini memang membuat resah warga sekitar. Apalagi, dia kerap mabuk dan membawa senjata tajam.

Bahkan, sebelum menyerang Polsek dan Koramil Pameungpeuk Garut, dia menyerang seorang warga, anggota TNI Lettu Saparudin dan anggota Polri Bripka Dedi.

Sepak terjang Dadang Buaya di Garut:

1. Pimpin preman serang markas tentara dan polisi

Nama Dadang Buaya (45) mendadak viral karena aksinya yang nekat menyerang markas Koramil dan Polsek Pamaeungpeuk Kabupaten Garut.

Dadang Buaya yang membawa 14 rekannya, dengan gagah berani menantang petugas di Koramil Sabtu (29/5/2021) pagi itu.

Tak pelak aksi Dadang Buaya yang membawa senjata tajam seperti golok, samurai, parang, dan celurit ini membuat heboh pihak kepolisian dan koramil serta warga sekitar.

2. Tak terima ditegur warga

Jumat pagi sekitar pukul 07.00 WIB, Dadang Buaya dkk terlihat cekcok dengan seorang nelayan.

Kapolsek AKP Dedin Permana mengatakan, saat itu Jaka (45) warga Kampung Bunisari, Desa Mancagahar Pemeungpeuk Garut baru saja pulang dan melintas di jalan tersebut.

Saat bersamaan Dadang Buaya yang juga membawa sepeda motor melintas tetapi bukan di jalurnya alias berlawanan arah di kawasan Wisata Sayangheulang.

Jaka kemudian memberikan teguran, namun Dadang Buaya tak terima dan kemudian menodongkan pisau ke leher Jaka serta menamparnya.

Bahkan, Dadang Buaya kemudian menarik Jaka ke arah Curugan, di depan Hotel Balinda dan mengintimidasi Jaka.

Namun Jaka tak terima sehingga mereka cekcok.

3. Serang tentara

Karena ribut, warga sekitar yang ngeri melihat kejadian itu, kemudian melapor dan meminta bantuan anggota TNI Lettu Saprudin (45).

Lettu Saprudin adalah anggota Kesatuan Cilodong Bogor yang saat itu tengah cuti dan merupakan kerabat Jaka.

"Namun Dadang Buaya justru menyerang saudara Saprudin," jelas Kapolsek.

4. Berusaha bacok polisi

Karena tidak selesai, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Babinmas Desa Mancagahar, Bripka Dedi yang berusaha melerai aksi Dadang Buaya.

Namun, Dadang Buaya balik menyerang Bripka Dedi, bahkan Dadang sempat merampas golok milik seorang petani untuk membacok Bripka Dedi namun digagalkan.

Saat Bripa Dedi cekcok dengan Dadang, Lettu Saprudin justru cekcok dengan teman Dadang Teri alis Abang.

Anggota Polsek Pameungpeuk pun kemudian mendatangi lokasi dan melerai perkelahian dan cekok tersebut sehingga bubar. Dadang dkk diminta pergi dan tidak boleh lagi mengulangi tindakan tersebut.

5. Datangi koramil dan polsek

Setelah bubar, ternyata Dadang Buaya cs tak puas dengan kejadian tersebut lalu mendatangi Markas Koramil Pameungpeuk mencari Lettu TNI Saprudin dan membuat perhitungan.

Mereka datang dengan jumlah 15 orang membawa golok, samurai, celurit dan sejata tajam lainnya. Namun aksi ini diredakan oleh anggota Koramil yang bertugas dan Dadang cs dihalau pergi.

Tak puas mendatangi Markas Kormail, Dadang Buaya dkk dengan gagah mendatangi Markas Polsek mencari Bripka Dedi.

Dalam keadaan mabuk dia mengamuk, namun kemudian digagalkan oleh Bripka Uun yang bertugas dan meminta dia pulang.

6. Ditangkap di rumahnya

Karena dianggap membahayakan, apalagi dalam keadaan mabuk dan membawa senjata tajam. Maka dilakukan koordinasi antara Polsek dan Koramil.

Selanjuntya petugas gabungan mendatangi kediaman Dadang Buaya dan dia kemudian diringkus.

Saat hendak ditangkap lagi-lagi Dadang Buaya mengamuk, sehingga dia pun terlibat bonyok dan mukanya lebam.

Kali ini Dadang tertunduk lesu dan meminta maaf atas tindakannya yang ngamuk sebarangan. Pria dengan tubuh penuh tato ini mengaku menyesal.

"Sejauh ini pasca penangkapan, Situasi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) Pameungpeuk pascakejadian aman, tertib, dan kondusif," kata Dedin.

Dandim Garut Bantah Dadang Buaya Serang Koramil

Dandim 0611/Garut memberi keterangan resmi terkait aksi Dadang Buaya Cs yang terlibat cekcok di depan markas Koramil Pameungpeuk dan Polsek Pameungpeuk.

Dandim Garut Letkol CZI Deni Iskandar mengklarifikasi kabar yang beredar di masyarakat tentang adanya penyerangan ke markas Koramil Pameungpeuk.

"Ada berita yang tengah viral terkait penyerangan Koramil, itu tidak ada. Saya tegaskan tidak ada penyerangan ke Koramil maupun Polsek," ucapnya saat menggelar jumpa pers, Sabtu (29/5/2021) malam.

Menurut Deni datangnya Dadang Buaya dan teman-temannya adalah mengejar salah satu anggota TNI dan Kamtibmas yang meminta perlindungan ke Koramil.

"Keduanya melarikan diri ke Koramil, istilahnya menyelamatkan diri," ujarnya.

Dadang Buaya kemudian datang ke markas Koramil Pameungpeuk dan mencari keberadaan kedua orang tersebut.

Aksi Dadang berhasil dihalau sebelum bisa masuk ke dalam Koramil.

"Si Dadang ini mengejar ke Koramil tapi mobilnya di depan, oleh Babinsa kami dari Koramil ditahan tidak boleh masuk. Ya, kami wajarlah ada orang yang meminta pertolongan kami bantu selamatkan, karena pelaku ini membawa senjata tajam termasuk minuman keras di dalam mobilnya," ucap Deni.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Sedang Mabuk Berat, Pria Bersenjata Tajam Datangi Koramil dan Polsek, Ini Sebabnya

Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Pria Bersenjata Tajam Datangi Koramil dan Polsek sambil Ngamuk, Balas Dendam Cari Anggota TNI

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved