Ternyata Suleman Memang Tak Bisa Berenang, Tapi Tetap Terjun ke Laut
Suleman Luawo kesehariannya sebagai kepala sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Bitung.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Charles Komaling
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Suasana laut Maluku di depan Pantai Ghia di Kelurahan Moto Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung Provinsi Sulut yang sedikit bergelombang, kebiruan mendadak bergelora.
Dua orang laki-laki, mendadak terjatuh dari perahu. Kemudian dua unit perahu milik nelayan, langsung mendekati dua orang yang jatuh ke laut.
Lalu beberapa orang langsung melemparkan pelampung dan bui penolong ke laut.
Ini merupakan gambaran dari pelaksanaan, simulasi penanggulangan bencana penyelamatan orang jatuh ke laut oleh Baguna dan DPC PDI Perjuangan Kota Bitung Rabu (26/5/2021).
Menariknya satu diantara laki-laki, yang di praktikkan jatuh ke laut bernama Suleman Luawo tidak taHu dan mahir berenang sehingga membuat jalannya simulasi bak peristiwa sebenarnya yang terjadi di laut.
Suleman Luawo kesehariannya sebagai kepala sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Bitung.
"Iya, memang tidak tahu berenang. Tapi karena loyalitas kami kepada partai PDI Perjuangan, kami siap mengikuti kegiatan dan materi penyelamatan orang jatuh ke laut," tutur Suleman Luawo saat diwawancarai Kamis (27/5/2021).
Menurut Suleman Luawo, dirinya tidak menyangka akan di pilih sebagai orang yang diskenariokan jatuh ke laut dan diselamatkan oleh jajaran Baguna DPC PDI Perjuangan Kota Bitung.
Dengan gagah berani, Suleman alias Eman sapaannya lompat dari kapal ke laut. Bak adegan dalam tayangan film Baywatch Eman dan seorang lainnya terombang ambing di laut, kemudian tim dari Baguna langsung dengan sigap dan tanggap melakukan evakuasi penyelamatan.
Dua orang yang jatuh ke laut, langsung di evakuasi keatas perahu lalu sesegara mungkin dievakuasi ke darat dan dilakukan tindakan pertolongan pertama gawat darurat (PPDG), kepada orang yang tidak sadarkan diri setelah tenggelam.
PPGD dengan teknik RJP (Resusitasi Jantung Paru) melakukan penyelamatan nyawa pada kondisi gawat darurat yang terjadi akibat terhentinya pernapasan dan detak jantung.
Dengan dilakukannya RJP, maka diharapkan aliran udara dan darah di tubuh kembali berjalan dan kematian dapat dihindari.
Dalam istilah medis asing, prosedur ini dinamakan sebagai CPR (Cardiopulmonary resucitation).
Prosedur RJP dilakukan pada kondisi ketika pernapasan dan detak jantung terhenti seperti pada kondisi serangan jantung atau tenggelam.
Pada kondisi tersebut, RJP diperlukan untuk tetap mempertahankan jalannya sirkulasi aliran darah, terutama ke daerah otak dan organ vital lain. Jadi sebelum melakukan RJP petugas PPGD Baguna juga sudah menghubungi tim medis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/simulasi-evakuasi-penyelamatan-orang-yang-jatuh-ke-laut-2.jpg)