Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Amalan dan Doa

Amalkan Salat Dhuha, Niscaya Dosa akan Diampuni Meskipun Sebanyak Buih di Lautan

Karena status hukumnya "sunah", maka Salat Dhuha tidak diwajibkan. Namun bagi siapa yang mengerjakan maka akan diganjar dengan pahala oleh Allah SWT.

Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
Human Resources Online via Tribun Jogja
ilustrasi salat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Salat Dhuha adalah salah satu dari banyaknya amalan sunah dalam Islam

Karena status hukumnya "sunah", maka Salat Dhuha tidak diwajibkan. Namun bagi siapa yang mengerjakan maka akan diganjar dengan pahala oleh Allah SWT.

Salat ini dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Bahkan ada banyak hadits tentang salat ini salah satunya di bawah ini;

“Siapa yang membiasakan diri (untuk menjaga) salat Dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (H.R. At-Tirmizi).

Salat dhuha dikerjakan paling minimal 2 rakaat dan maksimal 8 rakaat. 

Waktu salat dhuha sendiri pada pagi sekitar jam 6 lewat hingga sebelum waktu dzuhur tiba.

Berikut tata cara mengerjakan salat dhuha

 1. Niat.

أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini lillaahi ta’aalaa

Terjemahannya: “Aku niat salat sunah Duha dua rakaat karena Allah Taala”

2. Takbirotul Ihram.

Takbitarul Ihram adalah mengangkat kedua tangan hingga setara dengan bahu atau boleh hingga setara telinga seraya berseru Alla Hu Akbar.

Setelah itu kedua tangan diletakkan antara dada dan pusar dengan tangan kanan menindih tangan kiri.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved