Super Blood Moon
Super Blood Moon Bisa Dilihat di Manado, Terjadi 195 Tahun Sekali
Terjadi gerhana bulan total Perige atau Super Blood Moon yang bisa disaksikan langsung di beberapa wilayah di Indonesia, Rabu (26/5/2021)
Penulis: Isvara Savitri | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Terjadi gerhana bulan total Perige atau Super Blood Moon yang bisa disaksikan langsung di beberapa wilayah di Indonesia, Rabu (26/5/2021).
Sebanyak 33 wilayah di Indonesia bisa menyaksikan fenomena langka ini, kecuali Aceh.
Masyarakat Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) menjadi salah satu yang beruntung bisa menyaksikan proses gerhana bulan total tersebut sejak pukul 17.44 Wita.
Super Blood Moon ini merupakan fenomena langka yang terjadi sekitar 195 tahun sekali.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulut Tony Agus Wijaya.
Baca juga: Gadis Cantik Gabrily Trifena Sandag Terpukau Super Blood Moon
"Posisi bulan saat ini berada paling dekat dengan bumi, secara bersamaan terjadi gerhana bulan karena posisi bumi menghalangi sinar matahari ke bulan sehingga tidak kena ke bulan," jelas Tony.
Sinar matahari ke bulan tersebut terhalang oleh lapisan udara yang ada di bumi.
Hal ini menyebabkan munculnya warna kemerahan saat puncak gerhana pada pukul 19.18 Wita.
Masyarakat di seluruh wilayah Sulut bisa menyaksikan gerhana tersebut dengan mata telanjang.
"Meskipun tadi sore sempat gerimis, tapi syukur saat ini cuacanya sudah cerah sehingga fenomena ini bisa disaksikan secara langsung," tambah Tony.
Baca juga: Serka Ronald Sampaikan Jangan Takut Vaksinasi Covid-19
Hingga saat ini fenomena Super Blood Moon masih terjadi hingga pukul 21.51 Wita.
Tony menyarankan bagi masyarakat yang masih ingin menyaksikan gerhana bulan ini untuk memilih tempat yang lebih tinggi dari sekitar.
"Masyarakat bisa menyaksikan di seluruh wilayah Manado, tapi lebih bagus kalau menyaksikan di tempat yang lebih tinggi seperti bukit atau di atap gedung tinggi karena tidak terhalang oleh bangunan atau benda lainnya," pungkas Tony.
Tony berharap terjadinya Super Blood Moon ini bisa meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap bumi dan lingkungan serta menambah wawasan. (*)
YOUTUBE TRIBUN MANADO:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pantauan-fenomena-gerhana-bulan-perige.jpg)