KKB di Papua

Tembak Petugas dengan Senapan Mesin, KKB Ternyata dapatkan Senjata dari Helikopter yang Jatuh

Kabar terbaru terkait kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Diketahui KKB pimpinan dari Lamek Taplo menggunakan senapan mesin.

Editor: Glendi Manengal
Kolase Facebook dan IRSUL PANCA ADITRA
Sumber dana kkb papua beli senjata amunisi perang. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabar terbaru terkait kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Diketahui KKB pimpinan dari Lamek Taplo menggunakan senapan mesin.

Ternyata senjata mesin tersebut didapatkan KKB di helikopter yang jatuh pada tahun 2019 lalu.

Baca juga: Rencana Pemerintah Tingkatkan Pariwisata Bali di Tengah Pandemi Covid 19, Akan Ada Work from Bali 

Baca juga: Amalah yang Diajarkan Nabi Muhammad SAW Kepada Putrinya Fatimah Az Zahra

Baca juga: Video Khatib Shalat Masjidil Haram Hendak Diserang, Pelaku bawa Tongkat Kayu, Hampir Naik Mimbar

Foto : KKB di Paoua. (Istimewa)

Senapan yang dijadikan senjata andalan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Lamek Taplo ternyata senapan yang diambl dari helikopter yang mengalami kecelakaan.

Hal itu diungkapkan Danrem 172/Praja Wira Yakhti (PWY) Brigjen TNI Izak Pangemanan.

KKB menggunakan senjata api dan amunisi tersebut untuk menyerang TNI.

Brigjen Izak menuturkan KKB teroris memperoleh dari reruntuhan helikopter MI 17 yang jatuh dalam penerbangan Oksibil-Sentani pada Juli 2019 lalu.

"Memang benar senpi yang dimiliki KKB pimpinan Lamek Tablo berasal dari helikopter MI17 yang membawa 12 prajurit TNI," kata Izak Pangemanan kepada Antara di Jayapura, Jumat (21/5/2021).

Dia mengakui jenazah kru dan helikopter MI17 ditemukan dan dievakuasi pada Pebruari 2020 lalu dan senpi itulah yang digunakan kelompok tersebut saat menyerang anggota Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamtas) di Serambakon, Selasa (18/5/2021) malam.

Penembakan terhadap anggota yang mengendarai mobil tiba-tiba mogok di ujung jembatan hingga menyebabkan empat personel terluka.

"Kontak tembak terjadi saat kendaraan yang ditumpangi anggota dari Yonif 310/KK dan Yonif 403/WP mogok sehingga beberapa turun untuk memperbaiki dan mendorong mobil namun tiba-tiba ditembaki,

sehingga terjadi baku tembak, " jelas Izak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved