Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres 2024

Anies Baswedan Kalahkan Prabowo Subianto Jika Pilpres Digelar, Ini Alasan Responden Memilih

Meski pemilihan presiden (pilpres) berikut nanti digelar tahun 2024, namun berbagai lembaga survei terus melakukan survei elektabilitas

Editor: Aswin_Lumintang
Istimewa
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Meski pemilihan presiden (pilpres) berikut nanti digelar tahun 2024, namun berbagai lembaga survei terus melakukan survei elektabilitas terhadap figur-figur yang dinilai layak bersaing nanti.

Menariknya, survei terbaru Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan masih menjadi sosok terkuat yang akan memenangkan pemilihan presiden 2024 mendatang.

Dari hasil rilis survei terbaru, eks Mendikbud itu masih berada di posisi teratas.

Seperti hasil survei nasional yang dirilis oleh Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC).

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat mengunjungi kawasan Kampung Aquarium, Jakarta Utara, Sabtu (7/1/2017) lalu.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat mengunjungi kawasan Kampung Aquarium, Jakarta Utara, Sabtu (7/1/2017) lalu. (FOTO DOKUMENTASI/Akhdi Martin Pratama)

Dalam rilis tersebut, jika pemilihan presiden dilakukan pada hari ini, maka Anies Baswedan bakal terpilih menjadi presiden.

"Jika pemilihan presiden dilakukan saat ini dari nama-nama berikut siapakah yang akan Anda pilih menjadi presiden Republik Indonesia? Hasilnya yang pertama ada Anies Baswedan 17,01 persen," kata Peneliti Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) Bagis Balghi dalam diskusi daring, Sabtu (22/5/2021).

Setelah Anies, kandidat yang paling banyak dipilih adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto 14,31 persen, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 11,25 persen, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno 6,87 persen.

Baca juga: Apa Itu ATM Link yang akan Dikenakan Biaya Mulai 1 Juni 2021? Berikut Sejarah hingga Fitur-fiturnya

Baca juga: Dewas Pastikan Proses 5 Pimpinan KPK yang Dilaporkan 75 Pegawai Tak Lolos TWK

Selanjutnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 5,86 persen, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono 5,55 persen, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini 3,97 persen.

Kemudian, menteri koordinator perekonomian Airlangga Hartarto 3,83 persen, Ketua DPR RI Puan Maharani 2,48 pesen, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 0,66 persen. 

Sisanya, elektabilitasnya di bawah 0,50 persen yaitu Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua PBNU Said Aqil Siroj, Mendagri Tito Karnavian, Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin dan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.

Menurut Bagis, alasan responden memilih kandidat tersebut lantaran sosok tersebut dinilai telah memberikan kerja nyata. Selain itu, mereka dinilai sebagai tokoh yang jujur dan berpengalaman.

"Alasan kenapa responden memilih kandidat tersebut yang pertama adalah 12,20 persen menyatakan karena kinerjanya terbukti. Kemudian disusul 13,70 persen adalah mereka yang berpengalaman. yang ketiga presiden jujur 10,58 persen," jelasnya.

Baca juga: Dewas Pastikan Proses 5 Pimpinan KPK yang Dilaporkan 75 Pegawai Tak Lolos TWK

Baca juga: DAFTAR Wilayah di Indonesia yang Bisa Lihat Gerhana Bulan Total 26 Mei 2021

Namun demikian, Bagis menuturkan banyak responden yang mengaku pilihannya masih belum bulat. Hingga Pilpres 2024 mendatang, mayoritasnya masih bisa mengubah pilihannya.

"Apakah pilihan Bapak/Ibu/Saudara terkait kandidat calon presiden tersebut masih bisa berubah? dari 60,66 persen iya masih bisa berubah, 31,82 persen menyatakan tidak akan berubah dan 5,95 persen tidak tahu dan 1,57 persen tidak menjawab," tukasnya.

Sebagai informasi, survei ARSC menggunakan metode multistage random sampling dengan memperhatikan jumlah proporsionalitas antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved