Kamis, 4 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Konflik Israel Palestina

Tanggapan Istana Soal Surat Pemimpin Hamas ke Presiden Republik Indonesia

Selain itu, Presiden juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan atas pelanggaran berulang yang dilakukan oleh Israel.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
Kolase Tribun Manado/Foto: Istimewa
Istana berita tangapi surat Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman memberikan tanggapan atas surat dari Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh yang meminta Presiden Joko Widodo untuk memobilisasi dukungan terhadap Palestina.

Menurut Fadjroel, Presiden telah menyampaikan sikap pemerintah pada 10 Mei lalu.

"Hingga saat ini Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia pada Senin 10 Mei 2021 yaitu, mengutuk tindakan pengusiran paksa warga Palestina dari Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur dan penggunaan kekerasan terhadap warga sipil Palestina di Masjidil Aqsha," ujar Fadjroel saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (21/5/2021).

Selain itu, Presiden juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan atas pelanggaran berulang yang dilakukan oleh Israel.

Fadjroel menegaskan, Indonesia akan terus berpihak kepada rakyat Palestina.

Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman.
Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

"Pada Sabtu 15 Mei 2021 Presiden Joko Widodo sudah berbicara dengan sejumlah pemimpin negara (Turki, Singapura, Malaysia, Afghanistan, dan Brunei Darussalam) untuk menghentikan agresi Israel," tambahnya.

Sebelumnya, Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh meminta Presiden Jokowi untuk memobilisasi dukungan terhadap Palestina.

Anadolu Agency mewartakan, Haniyeh meminta bantuan Indonesia melalui surat yang dikirim kepada Jokowi pada Rabu (19/5/2021).

Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh.
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh. ((Tangka Layar Anadolu Agency))

Dalam surat tersebut, Haniyeh meminta Jokowi untuk memobilisasi dukungan Arab, Islam dan, internasional guna menekan Israel untuk menghentikan agresi dan terornya di Jalur Gaza.

Dia juga mendorong Jokowi untuk menekan Israel supaya berhenti melakukan pelanggaran di Yerusalem yang diduduki.

Pelanggaran tersebut seperti mendirikan permukiman ilegal, penggusuran paksa di lingkungan Sheikh Jarrah, dan diskriminasi rasial.

Sebagai penutup suratnya, Haniyeh mendoakan Jokowi serta mengharapkan perkembangan lebih lanjut dari Indonesia.

Gencatan Senjata Israel dan Hamas

Gencatan senjata Israel Palestina.
Gencatan senjata Israel Palestina. (Istimewa/Sindo)

Sementara itu, ketegangan di Gaza Palestina kini mulai mereda setelah tercapainya gencatan senjata antara Hamas dan Israel. 

Langkah yang ditempuah Hamas dan Israel ini berpotensi meredakan ketegangan terburuk dalam beberapa tahun.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved