Sulawesi Utara
Kisah Pengungsi Afganistan Hobi Makan Tinutuan dan Rabbi Kerabat Pengurus Masjid
Pro kontra terjadi. Banyak yang membela Israel dengan menghiasi wall facebook dengan gambar tentara Israel wanita memegang senapan serbu.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
MANADOTRIBUN.CO.ID - Konflik Israel - Palestina berefek di seluruh dunia.
Termasuk di Sulut. Pro kontra terjadi. Banyak yang membela Israel dengan menghiasi wall facebook dengan gambar tentara Israel wanita memegang senapan serbu.
Ada pula yang pro palestina dan dengan ekstrimnya meminta agar sinagoge di Sulut ditutup.
Hal itu memprihatinkan karena Sulut mestinya jadi penyejuk.
Banyak fakta yang mendukung Sulut memainkan peran sebagai pembawa damai.
Di Sulut terdapat Sinagoge dan sejumlah simbol mirip Yahudi. Salah satunya Kaki Dian di Minahasa Utara.
Kaki Dian justru didatangi warga Palestina yakni Wakil Walikota Betlehem.
Di Manado terdapat Rabbi Yahudi yang masih ada hubungan saudara dengan pengurus Masjid.
Di Manado pula, banyak imigran asal Afganistan. Mereka disambut hangat, diberikan tumpangan
dan makan.
Ada pula kisah Gadis asal Betlehem yang dianggap sebagai saudara oleh warga Minahasa Utara.
Kisah Sakinah
Wajahnya khas Arab, bermata lebar, hidung mancung.
Rambutnya pirang, kulitnya tak terlalu putih namun masih lebih putih ketimbang umumnya rekannya di SDN 54 Perkamil, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Dialah Sakinah, imigran asal Afganistan yang bersekolah di sekolah di sana.
Sakinah adalah adik dari Sajjad, imigran asal Afganistan yang meninggal dunia pada Rabu (13/2/2019), akibat aksi bakar diri yang dilakukannya pada Selasa (06/02/2019).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kaki-dian-minut_20150926_085942.jpg)