KKB di Papua
Kisah Mama Yosina Lihat Keluarga Dibantai Militer Indonesia 1969, 'KKB di Papua Bukan Teroris'
Kata Yosina, dia menyaksikan mengaku menyaksikan langsung keluarganya dibantai pasukan militer di Biak pada tahun 1969.
TRIBUNMANADO.CO.ID- Penyematan label teroris untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua ternyata tak sepenuhnya diterima oleh masyarakat.
Meski KKB di Papua sebenarnya telah meresahkan, dan membunuh banyak orang.
Para teroris tersebut saat ini tengah diburu oleh petugas gabungan TNI dan Polri.
Mama-mama (ibu-ibu) di Papua protes. Mereka tak setuju dengan label teroris yang disematkan kepada Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka ( TPNPB OPM ).
Baca juga: Lamek Taplo, Pimpinan KKB di Papua Serang Anggota TNI, 4 Prajurit Jadi Korban, Ini Identitasnya

TPNPB OPM (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka) dicap teroris, mama Papua (kaum ibu) tak setuju.(dok)
Seperti diketahui, TPNPB OPM telah ditetapkan pemerintah sebagai kelompok teroris pada 29 April 2021.
Sejak dicap teroris, TPNPB OPM yang juga disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua
terus diburu pasukan gabungan TNI dan Polri.
Dari hasil pengejaran itu, setidaknya delapan anggota teroris KKB Papua tewas.
Penetapan label teroris itu juga meningkatkan intensitas baku tembak di sejumlah wilayah Papua.
Pada Selasa (18/5/2021) malam KKB Papua kembali kontak tembak dengan aparat TNI di Distrik Serambakon, Pegunungan Bintang.
Baca juga: Sebanyak 150 Anggota Militan Teroris KKB di Papua Teridentifikasi, Kini Diburu TNI-Polri

TPNPB OPM (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka) dicap teroris, mama Papua (kaum ibu) tak setuju.(dok)
Pasukan TNI berhadapan dengan KKB Ngalum Kupel Pimpinan Lamek Taplo
yang mencoba melakukan pengadangan. Satgas Pamrahwan 310 dan 403 TNI langsung membalas serangan KKB Ngalum Kupel.
"Benar ada pengadangan yang berujung kontak tembak di Distrik Serambakon, Pegunungan Bintang," kata Kasatagas Humas Nemangkawi Komisaris Besar Polisi Iqbal Alqudusy saat dikonfirmasi, Rabu (19/5/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/lima-penambang-emas-dibantai-pakai-parang-262.jpg)