Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bacaan Alkitab

Bacaan Alkitab Kamis 20 Mei 2021, Ibrani 1:10 : Sang Pencipta Yang Mahakuasa

Dasar bumi yang paling bawah dan bagian yang paling atas, di dalam maupun luar alam semesta, semuanya adalah buatan tangan Allah.

Editor: Aldi Ponge

TRIBUNMANADO.CO.ID - Langit, bumi, laut, alam semesta dan segala sesuatu yang ada di dalamnya, termasuk manusia, adalah ciptaan Tuhan.

Dasar bumi yang paling bawah dan bagian yang paling atas, di dalam maupun luar alam semesta, semuanya adalah buatan tangan Allah.

Tak ada sesuatu sekecil apapun dan sebesar apapun, yang bukan berasal dari Tuhan. Alat atau teknologi secanggih apapun yang ada di bumi ini, adalah ciptaan Tuhan.

Apapun yang dimiliki manusia saat ini, asalnya dari Kristus Yesus, Tuhan kita.

Sesungguhnya, segala sesuatu yang ada, maupun yang akan ada, semutakhir dan sehebat apapun juga, hasil ciptaan Sang Kreator Agung, yang tiada pernah tidur, karena selalu menjaga ke luar masuk hidup kita seutuhnya dan sepenuhnya.

Renungan Harian Kristen: Rela Menderita 'Orang Kristen Sejati, Pasti Melewati Penderitaan'
Renungan Harian Kristen: Rela Menderita 'Orang Kristen Sejati, Pasti Melewati Penderitaan' (Istimewa)

Sesungguhnya, tidak ada sesuatu apapun yang dimiliki manusia, baik sekarang maupun yang akan datang, yang bukan dari Allah.

Sesungguhnya, tak ada sesuatu yang baru sebaru apapun yang bukan ciptaan Allah kita. Semuanya ciptaan dan milik Sang Maha Kuasa, Tuhan di dalam nama Yesus Kristus.

Demikian firman Tuhan hari ini. Dan: "Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu." (ay 10)

Dari semula, segala sesuatu telah Allah ciptakan dan sediakan untuk kita olah, miliki dan gunakan sesuai keperluannya.

Tak ada satupun yang diciptakan manusia. Manusia hanya mengolahnya sesuai hikmat dari Allah dan menemukan sesuatu, termasuk teknologi. Tapi dasar dan asalnya, semua dari Allah.

Ibarat kita makan ikan masak, entah dimasak dalam bentuk apapun juga, tidak bearti kita sebagai penemu ikan.

Kita hanya menemukan racikannya saja, sedangkan bahannya semua sudah Tuhan siapkan, baik ikan maupun rempah-rempahnya dll.

Jadi sesungguhnya tidak ada yang baru di bawah kolong langit ini. Itulah kata Pengkhotbah:

"Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: "Lihatlah, ini baru!"? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada. (Pengkhotbah 1: 9-10)

Allah menciptakan dan menyediakan segalanya bagi manusia. Kemudian Allah memberikan hikmat dan kecerdasan kepada manusia untuk mengelola dan menemukan berbagai penemuan baru.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved