Berita Talaud
Warga Talaud Mengeluh Listrik Sering Padam, Begini Penjelasan PLN UIW Suluttenggo
Anggota DPR RI, Hillary Brigitta Lasut mendatangi PLN UIW Suluttenggo, Selasa (19/05/2021).
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Anggota DPR RI, Hillary Brigitta Lasut mendatangi PLN UIW Suluttenggo, Selasa (19/05/2021).
Dalam pertemuan dengan GM PLN UIW Suluttenggo, Leo Basuki dan jajaran, Hillary menyampaikan aspirasi masyarakat Kepulauan Talaud terkait seringnya listrik padam.
"Sekali padam bisa berjam-jam, bisa empat, delapan, sepuluh bahkan dua belas jam," kata Hillary.
Menjawab pertanyaan Hillary, Leo Basuki mengatakan, kelistrikan di Talaud memang sangat rentan dikarenakan berada di Kepulauan.
"Kelistrikan pulau-pulau di Talaud belum terhubung dengan sistem interkoneksi Sulut Gorontalo," kata Leo Basuki.
Baca juga: Pekan Depan Kejari Kotamobagu Periksa Sejumlah Saksi Terkait Dugaan Korupsi RTLH Bolmong
Karena terpisah, sistem mandiri itu rawan ketika terjadi gangguan pada sisi pembangkit maupun jaringan distribusi listriknya.
"Sistem kelistrikannya isolated, mandiri. Setiap pulau punya pembangkit sendiri. Jadi ketika terjadi gangguan memang sangat terasa sebab kita tidak bisa memasok listrik dari pembangkit lain," katanya.
Ia memberi perhatian khusus untuk sistem di Pulau Lirung yang memang sudah tidak berimbang antara kebutuhan dan daya mampu.
"Daya mampu 1 Megawatt (MW) dan beban puncak sudah mencapai 1,12 MW. Kita sedang proses peningkatan kapasitas. Target kita bisa bertambah 320 KW," jelasnya.
Katanya, PLN sedang menjalankan proses dedieselisasi, yakni mengganti semua pembangkit berbahan bakar minyak dengan pembangkit EBT (Energi Baru Terbarukan) seperti PLTS.
Baca juga: Abis Nonton Film Dewasa Pria Ini Rudapaksa Siswi SMP, KH Tak Tahan Hanya Melihat Akhirnya Ikutan
"Cuma memang prosesnya tak semudah membalikkan telapak tangan. Target kita tahun depan sudah bisa beroperasi beberapa PLTS di beberapa pulau di Talaud," katanya.
Ia menjelaskan lebih lanjut, listrik padam disebabkan dua faktor yakni karena ada perawatan pembangkit ataupun pembangkit secara berkala dan gangguan pada pembangkit dan jaringan.
"Kebanyakan memang yang padam akibat gangguan jaringan. Di mana, 80 persen akibat pohon yang menimpa jaringan listrik," ujarnya.
Terkait gangguan akhir-akhir ini, Leo bilang disebabkan siklon tropis Surigae. Akibat cuaca buruk, hujan dan angin, banyak pohon tumbang dan faktor lain yang menimpa jaringan.
"Konsekuensinya memang listrik padam dan pemulihannya tidak bisa serta merta. Pengembalian beban itu bertahap, butuh waktu memang," jelasnya.
Hillary Lasut bilang, kedatangannya menyampaikan aspirasi masyarakat Kepulauan Talaud.

Setelah mendengar penjelasan PLN UIW Suluttenggo, Hillary bilang memang butuh upaya khusus agar bisa menghadirkan listrik memadai di Kepulauan Talaud.
Ia menilai, pembangunan PLTS di setiap pulau mendesak digesa. "Saya akan sampaikan ini nanti saat bertemu Pak Erik Thohir (Menteri BUMN)," jelasnya.
Politisi Partai Nasdem ini bilang, Kepulauan Nusa Utara patut diberi perhatian khusus karena statusnya sebagai wilayah perbatasan, daerah terluar.
"Memang program Tol Listrik serang digenjot tapi itu belum sampai di Sulut. Nah, khusus Kepulauan, perlu terobosan khusus," ujarnya.(ndo)
Tentang Talaud
Talaud adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia, dan merupakan kepulauan paling Utara di Indonsia Timur.
Kabupaten yang beribukota Melonguane ini berbatasan dengan daerah Davao del Sur, Negara Filipina di sebelah Utara.
Luas laut Kabupaten Talaud sekitar 37.800 km² dan luas wilayah daratan 1.251,02 km².
Terdapat tiga pulau utama di Kabupaten Kepulauan Talaud, yaitu Pulau Karakelang, Pulau Salibabu, dan Pulau Kabaruan.
Saat ini Kabupaten Talaud dipimpin oleh Bupati Elly Engelbert Lasut atau Elly Lasut dan Wakil Bupati Moktar Arunde Parapaga.
Baca juga: Gempa Bumi Rabu (19/05/21) Malam Pukul 18.04 WIB, Info BMKG Pusat Gempa dan Magnitudo
YOUTUBE TRIBUN MANADO: