Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sate Beracun

Masih Ingat Wanita Pelaku yang Kirim Sate Beracun? Begini Kondisinya di Penjara saat Lebaran

Masih ingat kasus sate beracun yang tewaskan anak driver ojol? begini kondisi wanita yang jadi tersangka di penjara.

Editor: Glendi Manengal
twitter dan Tribun Jogya
Beredar foto Nani Apriliani alias NA hanya kenakan daster di penjara Polres Bantul, Yogyakarta. Polisi kini memburu pria berinisial R yang menyarankan NA untuk menghabisi Tomy dengan sate beracun. NA Sakit hati pada Tomy yang memilih menikahi wanita lain dibanding dirinya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih ingat kasus sate beracun yang tewaskan anak driver ojol? begini kondisi wanita yang jadi tersangka di penjara.

Sebelumnya diketahui kasus sate beracun sempat menghebohkan publik.

Hingga akhirnya terungkap dibalik pengiriman sate beracun tersebut.

Baca juga: Pengangkatan Bangkai KRI Nanggala 402 Terus Dilakukan, Proses Evakuasi Terkendala Sehingga Gagal

Baca juga: Terpukul Istri dan Bayinya Meninggal saat Persalinan, Suami: Susternya Lalai, Gila Main HP Semua

Baca juga: Masih Ingat Mia Khalifa? Mantan Bintang Film Dewasa Keturunan Lebanon, Kini Ikut Dukung Palestina

Foto : Perempuan pelaku yang mengirim sate beracun sianida. (Istimewa/kompas)

Kondisi pilu tersangka kasus sate beracun Nani Aprilia Nurjaman (25) yang ditahan di Mapolsek Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Nani Aprilia Nurjaman telah diamankan pihak kepolisian pada 30 April 2021 karena kasus sate beracun yang salah sasaran.

Nani saat itu menitipkan sate melalui pengemudi ojek online kepada pria yang bernama Tomy warga Kapanewon Kasihan, Bantul pada Minggu (26/4/2021).

Karena tidak kenal dengan pengirim, keluarga Tomy menolak.

Sate itu akhirnya disantap anak dari pengemudi ojek online bernama Naba Faiz Prasetya (10).

Nahas, Naba meninggal dunia karena ternyata sate tersebut telah ditaburi sianida oleh Nani.

Imbas perbuatannya, Nani Aprilia saat ini menjadi tahanan yang dititipkan di Mapolsek Bantul sejak 1 Mei 2021.

Selama di penjara, Nani Aprilia tak pernah mendapatkan kiriman makanan dan pakaian dari keluarga atau kerabatnya.

Hal ini dinyatakan Kapolsek Bantul Kompol B Ayom dilansir dari TribunJogja (grup TribunJakarta) pada Selasa (18/5).

"Sampai saat ini dari pihak keluarga NA belum ada yang ke sini," terangnya.

Dikatakannya, keluarga selama pandemi covid-19 tak diperbolehkan bertemu langsung dengan tahanan, namun bisa menitipkan makanan maupun pakaian.

"Kalau dijenguk langsung memang tidak bisa, karena pandemi COVID-19. Boleh video call. Kalau datang untuk menitipkan makanan dan pakaian boleh. Nanti akan kami sampaikan ke yang bersangkutan," imbuhnya.

Tak mendapatkan pakaian dari keluarganya, salah satu anggota polisi pun berinisiatif memberikannya.

"Kalau celana sempat diberikan dari orang serse. Semua itu karena belum kiriman pakaian dari keluarganya," katanya.

Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021). NA mengaku sakit hati kepada Tomi, polisi senior di Yogyakarta. ((KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO))
Anom menilai, selama ini kondisi Nani Aprilia cukup baik.

Nani selama ini didampingi tiga polwan yang sering berkomunikasi untuk menghindari hal yang tak diinginkan karena emosinya terkadang labil.

"Kita punya tiga polwan untuk melakukan pendampingan psikologi," terangnya.

Foto : Sosok NA, Wanita Pengirim Paket Sate Beracun di Bantul. (ANTARA FOTO)

Berkas Belum Dikirim ke Kejaksaan

Berkas penyidikan kasus paket sate beracun yang menewaskan NFP anak driver Ojol di Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Bantul pada Minggu (25/4/2021) lalu belum dikirim ke kejaksaan.

Pasalnya, sampai saat ini pihak kepolisian masih terus memburu sosok misterius berinisial R yang diduga ikut terlibat dalam pengiriman paket sate beracun yang kemudian salah sasaran dan mengakibatkan NFP meninggal dunia.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto menjelaskan, sosok R belum diketahui keberadaannya.

Sehingga proses penyidikan terus berjalan dan berkas penyidikan belum memenuhi syarat P21 atau dilimpahkan ke kejaksaan untuk bahan persidangan.

Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021). NA mengaku sakit hati kepada Tomi, polisi senior di Yogyakarta. ((KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO))
"R belum diketahui dan hasil pemeriksaan belum final, sehingga berkas pemeriksaan belum dikirim ke kejaksaan," katanya, saat ditemui di Polda DIY, Selasa (18/5/2021).

Yuliyanto menambahkan, kalaupun berkas sudah dikirim ke kejaksaan, dan ditemukan bukti baru keterlibatan seseorang termasuk R maka proses penyidikan akan dilanjutkan.

"Tidak berhenti di NA (tersangka saat ini) kalau memang fakta-fakta mengarah pda R ya pasti akan dilanjutkan," tambahnya.

Terkait perkembangan kasus paket sate beracun pihak kepolisian masih menetapkan satu tersangka yakni NA, perempuan yang meminta tolong kepada Bandiman seorang driver ojek online (Ojol) supaya mengantarkan paket satai kepada seorang berinisial T di Kapanewon Kasihan, Bantul.

Sementara sosok R menurut pengakuan NA saat ditanya penyidik merupakan kenalan NA yang merekomendasikan NA untuk mengirimkan sate yang sudah dibubuhi racun sianida kepada T.

Foto : Pelaku pengirim sate beracun di Bantul. Seorang anak tewas setelah menyantap sate. (Komaps.com)

Nikah siri dan tinggal bersama

Ketua RT 03 Cempokojajar, Sitimulyo, Piyungan, Agus Riyanto mengungkap Nani Apriliani Nurjaman dan Aiptu Tomi telah nikah siri bahkan tinggal bersama.

Agus Riyanto mengingat momen saat Nani Apriliani Nurjaman dan Aiptu Tomi pernah mengundang warga ke rumah barunya.

Diketahui Nani merupakan warga asli Majalengka menjadi dalang sate beracun yang menewaskan anak driver ojek online.

Ketua RT, Agus menyebut Nani merupakan warganya yang sudah setahun tinggal di Jalan Potorono, Cempokojajar, Sitimulyo, Piyungan, Bantul.

Dikatakan Agus, Nani tak tinggal sendiri di rumah tersebut, tapi bersama Aiptu Tomi.

Nani diketahui telah menikah secara agama atau menikah siri dengan Aiptu Tomi.

Agus mengingat setahun lalu, Tomi dan Nani datang untuk laporan kepadanya.

"Dulu waktu silaturahmi awal Pak Tomi dan mbak NA kesini laporan gitu. Mbak NA telpon orangtuanya, kemudian orangtuanya bilang ke saya nitip NA tinggal disini. Ibuknya (NA) bilang sudah menikah secara agama," tuturnya, Rabu (05/05/2021) dikutip dari TribunJogja.com.

Dijelaskan Agus, ia tak begitu mengenal sosok Tomi lantaran jarang terlihat di rumah.

Pasalnya, Tomi diduga tak setiap hari ada di rumah yang ditinggalinya bersama NA.

Agus mengungkap, keduanya tinggal di rumah yang mereka beli.

Agus juga mengingat momen saat Nani dan Tomi mengundang warga meminta doa di kediamannya.

"Pas penempatan rumah pertama itu juga ngundang warga, minta doa,"

"Kalau NA orangnya baik, tidak ada yang mencurigakan. Kalau Tomi saya jarang lihat. Awalnya tidak tahu kalau polisi, tetapi setelah lihat fotokopi KTP jadi tahu," lanjutnya.

Berita lainnya terkait Sate Beracun

Artikel ini telah dikompilasi dari TribunJogja: BREAKING NEWS: UPDATE Paket Sate Beracun, Dua Pekan Lebih Dipenjara NA Belum Dijenguk Keluarga, https://jogja.tribunnews.com/2021/05/18/update-paket-sate-beracun-dua-pekan-lebih-dipenjara-na-belum-dijenguk-keluarga.

Berkas Penyidikan Kasus Paket Sate Beracun Belum Dikirim ke Kejaksaan, Ini Alasan Kepolisian, https://jogja.tribunnews.com/2021/05/18/berkas-penyidikan-kasus-paket-sate-beracun-belum-dikirim-ke-kejaksaan-ini-alasan-kepolisian

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved