Sate Beracun
Masih Ingat Wanita Pelaku yang Kirim Sate Beracun? Begini Kondisinya di Penjara saat Lebaran
Masih ingat kasus sate beracun yang tewaskan anak driver ojol? begini kondisi wanita yang jadi tersangka di penjara.
Dikatakannya, keluarga selama pandemi covid-19 tak diperbolehkan bertemu langsung dengan tahanan, namun bisa menitipkan makanan maupun pakaian.
"Kalau dijenguk langsung memang tidak bisa, karena pandemi COVID-19. Boleh video call. Kalau datang untuk menitipkan makanan dan pakaian boleh. Nanti akan kami sampaikan ke yang bersangkutan," imbuhnya.
Tak mendapatkan pakaian dari keluarganya, salah satu anggota polisi pun berinisiatif memberikannya.
"Kalau celana sempat diberikan dari orang serse. Semua itu karena belum kiriman pakaian dari keluarganya," katanya.
Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021). NA mengaku sakit hati kepada Tomi, polisi senior di Yogyakarta. ((KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO))
Anom menilai, selama ini kondisi Nani Aprilia cukup baik.
Nani selama ini didampingi tiga polwan yang sering berkomunikasi untuk menghindari hal yang tak diinginkan karena emosinya terkadang labil.
"Kita punya tiga polwan untuk melakukan pendampingan psikologi," terangnya.
Foto : Sosok NA, Wanita Pengirim Paket Sate Beracun di Bantul. (ANTARA FOTO)
Berkas Belum Dikirim ke Kejaksaan
Berkas penyidikan kasus paket sate beracun yang menewaskan NFP anak driver Ojol di Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Bantul pada Minggu (25/4/2021) lalu belum dikirim ke kejaksaan.
Pasalnya, sampai saat ini pihak kepolisian masih terus memburu sosok misterius berinisial R yang diduga ikut terlibat dalam pengiriman paket sate beracun yang kemudian salah sasaran dan mengakibatkan NFP meninggal dunia.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto menjelaskan, sosok R belum diketahui keberadaannya.
Sehingga proses penyidikan terus berjalan dan berkas penyidikan belum memenuhi syarat P21 atau dilimpahkan ke kejaksaan untuk bahan persidangan.
Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021). NA mengaku sakit hati kepada Tomi, polisi senior di Yogyakarta. ((KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO))
"R belum diketahui dan hasil pemeriksaan belum final, sehingga berkas pemeriksaan belum dikirim ke kejaksaan," katanya, saat ditemui di Polda DIY, Selasa (18/5/2021).