Sapri Pantun Meninggal

Pesan Sapri Pantun Sebelum Meninggal, Sempat Bilang Pada Istri Terkait Nama Anaknya

Sang adik sekaligus manajer, Dolly mengatakan bahwa Sapri Pantun ingin menamai anaknya dengan Muhammad Kahfi.

Editor: Ventrico Nonutu
Kolase Tribun Manado/Istimewa
Pesan Sapri Pantun sebelum meninggal terkait nama sang anak. 

"Kemarin diberi amanah untuk adzan mengantarkan kepergian almarhum dan alhamdulillah sekarang diberi amanah untuk adzan dalam suasana haru krn menyambut kelahiran sang buah hati yang sangat dinanti almarhum," ucap Doly.

Doly berharap amanah yang diberikan Sapri Pantun terus bisa dilakukannya.

"Mudah2an amanah ini bisa tetap kita jaga untuk mendidik dan membesarkan sang buah hati. Semoga kelak nanti bisa menjadi kebanggaan kedua orang tua. Terima (kasih) untuk semuanya yang telah mendo'akan," jelas Doly.

Tak cuma itu, Doly juga mengungkapkan identitas anak kedua Sapri Pantun yang berjenis kelamin laki-laki.

"Jenis kelamin: laki-laki
Berat Lahir: 2850 gr
Panjang Lahir: 48 cm
Tanggal: 15 mei 2021
Jam: 20.30 WIB," tegas Doly.

Berikut video adik Sapri Pantun azani bayi lelaki sang komedian:

Sebelum meninggal, Irma Suryatin mengenang kebahagiaan Sapri Pantun yang tahun akan dikaruniai bayi laki-laki.

"Iya sering banget (ngelus-ngelus perut), kalau saya lagi merasa sedih dia (bayi dalam kandungan) suka kontraksi sendiri. Tapi, saya tahan kontraksi supaya dia nggak sedih," aku Irma.

Bahkan, Sapri Pantun ternyata sudah memberikan pesan untuk Irma Suryatin.

Ada beberapa pesan yang Irma ingat, termasuk untuk proses melahirkan.

"Sampai dia bilang kalau Dede sudah lahir, 'Sherin tidur samping Dede ya!' Saya bilang, 'Papa tidur di sebelah Sherin.' Itu dia ngomong kayak gitu sebelum sakit dan sebelum dirawat," tegas Irma Suryatin.

Kini Irma berusaha tegar dalam kesedihannya kehilangan Sapri Pantun. Irma Suryatin ingin menjadi ibu yang kuat demi dua anaknya.

Terlebih, Irma Suryatin semakin kuat ketika melihat anak pertamanya yang terlihat jauh lebih dewasa.

"Dia ngomong gini pas mau mandi, ngeliatin sikat giginya dia sama sabun, dia bilang tiba-tiba 'Mama sudah ikhlas kan kalau Papa nggak ada? Ikhlas ya Ma.' Itu dia ngomong sambil lihatin sikat gigi bapaknya aja," papar Irma Suryatin.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved