Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

KKB di Papua

2 Anggota Lekagak Telenggen Tewas Usai Baku Tembak dengan TNI-Polri Pagi Tadi, Satu Melarikan Diri

Pada pukul 04.12, TNI-Polri menembak tiga KKB pimpinan Lekagak Telenggen, dua di antaranya meninggal dunia. 

Dok Humas Satgas Nemangkawi via Kompas.com
2 Anggota Lekagak Telenggen Tewas Usai Baku Tembak dengan TNI-Polri Pagi Tadi, Satu Melarikan Diri 

Diketahui, terjadi baku tembak antara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua melawan prajurit gabungan Kopassus, Kostrad dan Yonif 500 pada Kamis (13/5/2021).

Baku tembak yang terjadi di Kampung Kampung Wuloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak tersebut berhasil menewaskan dua anggota KKB Papua.

Lantas, seperti apa kehebatan pasukan Yonif 500?

Melansir dari Wikipedia, Yonif 500 adalah sebuah pasukan elit infanteri TNI yang sebelumnya bernama Yonif 500/Raider dan Yonif 507/Sikatan.

Batalyon ini dibentuk sejak 30 Oktober 1945.

Satuan ini terdiri atas Kompi Markas, Kompi Senapan A, B, C, Kompi Bantuan, Tim K-9, dan Tim Gultor yang bermarkas di Jl. Gadjah Mada, Surabaya.

Pembentukan batalyon dimulai dengan terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Mojokerto, Jawa Timur, pada Agustus 1945 dipimpin Shodanco RM. Soedarsono.

Pada 30 Oktober 1945, personelnya bertambah, maka diberi nama Batalyon 7420 di bawah pimpinan Shodanco R. Soemardjo dan wakilnya Shodanco RM. Soedarsono.

Saat bertempur dengan tentara Ghurka, Shodanco R. Soemardjo gugur, Komandan batalyon kembali dijabat Shodanco RM. Soedarsono.

Dua tahun kemudian, Yon 7420 menjadi Yon 6010 dan menjadi Yon Stoof di bawah Divisi I Jawa Timur.

Tak lama kemudian diubah lagi menjadi Yon 131 tanggal 4 Januari 1948.

Komando batalyon 131 berganti dari Divisi I Jatim ke Brigade 2/Divisi I Jatim, dan penamaan batalyon berubah menjadi Yon 23/Sikatan tanggal 10 September 1948.

Personel Yon 23/Sikatan bertambah dengan bergabungnya Kompi Sobirin Mochtar eks Yon 124 Kediri dan Kompi R. Affandi eks Divisi Siliwangi yang hijrah dari Jawa Barat.

Penggabungan guna kepentingan penumpasan pemberontakan PKI-Muso di Madiun.

Terjadi penggabungan kembali 1 kompi dari Yon 124 dan 1 kompi dari Divisi Siliwangi tanggal 25 Oktober 1948.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved