Breaking News:

Kabar Israel

Israel Dihantam 3 Roket dari Arah Suriah, Pertempuran Dikhawatirkan Meluas, Begini Respon Amerika

Ketiga roket itu ditembakkan pada sore hari. Salah satu dari ketiga roket itu jatuh di wilayah Suriah.

afp
Serangan roket meluncur bertubi-tubi dari Hamas di Gaza ke Wilayah Israel. 

Hamas, yang mengaku membela Yerusalem, meluncurkan rentetan roket dari kota itu pada Senin malam (10/5/2021), memicu pertempuran beberapa hari terakhir.

Militer Israel mengatakan, militan Hamas telah menembakkan sekitar 1.500 roket hanya dalam tiga hari. Itu kira-kira sepertiga jumlah yang ditembakkan selama seluruh perang 2014.

Israel, dalam periode yang sama, telah menyerang lebih dari 350 sasaran di Gaza, sebuah wilayah kecil di mana 2 juta warga Palestina tinggal di bawah blokade Israel-Mesir, sejak Hamas mengambil alih kekuasaan pada 2007.

Lebanon-Suriah Luncurkan 6 Rudal ke Israel, Serangan Bantuan Palestina, Markas Militer Dibombardir

Dua brigade infanteri dikirim ke daerah tersebut, menunjukkan persiapan untuk kemungkinan invasi lapangan.

Saluran televisi Israel 12 melaporkan, Rabu (12/5/2021), bahwa Kabinet Keamanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengizinkan perluasan ofensif.

Kepala PBB Antonio Guterres mengutuk peluncuran roket tanpa pandang bulu dari daerah sipil di Gaza menuju pusat populasi Israel.

Akan tetapi, dia juga mendesak Israel untuk menunjukkan pengendalian maksimum.

Sementara itu, AP melaporkan Menteri Luar Negeri AS Antony J Blinken menelepon Netanyahu untuk mendukung hak Israel untuk membela diri.

Dia mengatakan telah mengirim seorang diplomat senior ke kawasan itu untuk mencoba meredakan ketegangan.

Taktik Israel

Dalam taktik yang menggemakan perang masa lalu, Israel mulai menargetkan anggota senior sayap militer Hamas.

Serangan ini meratakan tiga gedung bertingkat tinggi, dalam taktik yang telah menarik perhatian internasional di masa lalu.

Israel mengklaim semua bangunan itu menampung pusat operasi Hamas. Tetapi bangunan itu juga termasuk apartemen dan bisnis tempat tinggal.

Dalam semua kasus, Israel mengklaim melepaskan tembakan peringatan. Itu disebut memungkinkan orang lain untuk melarikan diri, dan tidak ada laporan tentang korban sipil.

Melansir AP pada Rabu malam (12/5/2021), Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan jumlah korban tewas meningkat menjadi 65 warga Palestina, termasuk 16 anak-anak dan lima wanita.

Hamas membenarkan tewasnya tujuh militan, dan mengakui bahwa seorang komandan tertinggi dan beberapa anggota lainnya tewas.

Sementara Israel melaporkan tujuh orang tewas, empat orang yang tewas diantaranya pada Rabu (12/5/2021).

Korban termasuk seorang tentara yang terbunuh oleh rudal anti-tank dan seorang anak berusia 6 tahun yang terkena serangan roket.

Militer Israel mengklaim jumlah militan yang terbunuh sejauh ini jauh lebih tinggi daripada yang diakui Hamas.

Letnan Kolonel Jonathan Conricus, seorang juru bicara militer Israel, mengatakan sedikitnya hari itu 14 militan tewas. Terdiri dari 10 orang diantaranya merupakan anggota "manajemen puncak Hamas" dan empat ahli senjata.

Secara keseluruhan, Israel mengklaim sekitar 30 militan telah terbunuh sejak pertempuran dimulai.

Bentrokan sipil

Pertempuran tersebut telah memicu bentrokan kekerasan antara orang Arab dan Yahudi di Israel, dalam adegan yang belum pernah terlihat sejak tahun 2000.

Netanyahu memperingatkan bahwa dia siap untuk menggunakan "tangan besi jika perlu" untuk menenangkan kekerasan.

Tapi bentrokan buruk meletus di seluruh negeri Rabu malam.

Massa Yahudi dan Arab bertempur di pusat kota Lod, pusat masalah, meskipun keadaan darurat dan jam malam.

Di dekat Bat Yam, segerombolan kaum nasionalis Yahudi menyerang seorang pengendara mobil Arab, menyeretnya dari mobilnya dan memukulinya sampai dia tidak bergerak.

Di Tepi Barat, militer Israel mengatakan telah menggagalkan serangan penembakan Palestina yang melukai dua orang. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan tersangka pria bersenjata itu tewas. Tidak ada detail yang segera tersedia.

Masih belum jelas bagaimana pertempuran di Gaza akan memengaruhi masa depan politik Perdana Menteri Israel Netanyahu.

Dia gagal membentuk koalisi pemerintah setelah pemilihan parlemen yang tidak meyakinkan pada bulan Maret. Sekarang saingan politiknya memiliki waktu tiga minggu untuk mencoba membentuk koalisi.

Saingannya telah mendekati partai kecil Islamis Arab.

Tetapi semakin lama pertempuran berlangsung, semakin hal itu dapat menghambat upaya mereka untuk membentuk koalisi.

Kondisi itu dapat meningkatkan kekuatan Netanyahu jika pemilihan lain diadakan, karena keamanan adalah janji yang kuat dengan publik.

Israel dan Hamas telah berperang tiga kali sejak kelompok militan itu merebut kekuasaan di Gaza dari pasukan Palestina yang bersaing pada 2007.

Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah meluncurkan penyelidikan atas kemungkinan kejahatan perang oleh Israel dan Hamas.

Dalam pernyataan singkatnya, jaksa ICC Fatou Bensouda mengatakan dia menekankan keprihatinan atas meningkatnya kekerasan dan "kemungkinan dilakukannya kejahatan."

ICC menyelidiki tindakan Israel dalam perang masa lalu di Gaza.

Masalahnya, Israel bukan anggota ICC dan tidak mengakui yurisdiksi ICC, dan menolak tuduhan tersebut.

Namun secara teori, ICC dapat mengeluarkan surat perintah dan mencoba menangkap tersangka Israel saat bepergian ke luar negeri.

Conricus, juru bicara militer, mengatakan pasukan Israel menghormati hukum internasional tentang konflik bersenjata dan melakukan yang terbaik untuk meminimalkan korban sipil.

Israel menyalahkan Hamas atas korban sipil karena kelompok itu menembakkan roket dari daerah pemukiman.

Emanuel Gross, seorang profesor dari Fakultas Hukum Universitas Haifa, mengatakan Israel harus "mempertimbangkan keprihatinan ICC".

Namun dia meyakini militer Israel memiliki landasan hukum yang kuat, sementara roket menyerang kota-kota Israel.

"Jika Anda diserang oleh kelompok teroris, (Itu artinya) Anda membela diri," katanya kepada AP.

Berita Terkait Kisruh Israel Palestina:

3 Roket Diluncurkan dari Suriah ke Israel, Pertempuran Dikhawatirkan Meluas

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 3 Roket Diluncurkan dari Suriah ke Israel, Pertempuran Dikhawatirkan Meluas

Berita Lainnya terkait Kabar Israel

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved