Selasa, 12 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Israel

Sejarah Israel Mulai Masa Bait Suci, Pembuangan hingga Israel Era Modern

Israel juga dikelilingi dua daerah Otoritas Nasional Palestina: Jalur Gaza dan Tepi Barat.Israel merupakan satu-satunya negara Yahudi

Tayang:
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge
AFP/Thomas Coex
Bendera Israel berkibar di dekat Masjid Kubah Batu Al Aqsa pada 5 Desember 2017. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Israel modern dideklarasikan sebagai Negara yang merdeka pada tahun 1948.

Israel adalah sebuah negara di Timur Tengah yang dikelilingi Laut Tengah, Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir dan gurun pasir Sinai.

Israel juga dikelilingi dua daerah Otoritas Nasional Palestina: Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Israel merupakan satu-satunya negara Yahudi di dunia dengan populasi 7,5 juta jiwa

Selain itu, terdapat pula beberapa kelompok etnis minoritas lainnya, meliputi etnis Arab yang berkewarganegaraan Israel, beserta kelompok-kelompok keagamaan lainnya seperti Muslim, Kristen, Druze, Samaria, dan lain-lain.

Israel merupakan negara demokrasi dengan sistem pemerintahan parlementer dan hak pilih universal.

Bait Suci 1

Pendirian Bait Suci di bawah Daud dan Salomo (sekitar 1000 SM) menandai perkembangan besar dalam Israel.

Bait Suci ini dimaksudkan sebagai titik fokus resmi untuk agama Israel menggantikan tempat-tempat suci keluarga dan tempat-tempat pemujaan pada masa-masa sebelumnya.

Ia berfungsi sebagai tempat utama untuk pengorbanan, ibadah, dan ziarah umum.

Mungkin yang paling penting, Bait Suci berfungsi sebagai simbol kehadiran YHWH di antara orang Israel, dan dengan perluasan, perlindungan ilahi.

Meskipun ada upaya untuk memusatkan kultus Israel ini, bukti alkitabiah dan arkeologis menunjukkan bahwa situs kultus tradisional dan Bait Suci keluarga terus ada di seluruh monarki (c. 1000-587 SM).

Para nabi alkitabiah memainkan peran khusus dalam agama Israel. Mereka dengan keras mengutuk pengkhianatan agama, termasuk menyembah dewa-dewa asing.

Mereka juga sangat vokal dalam intoleransi mereka terhadap ketidakadilan sosial, terutama penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh para elit Israel.

Nabi Yesaya abad kedelapan SM, bahkan lebih jauh menyatakan bahwa praktik keagamaan, termasuk pengorbanan dan perayaan festival, tidak ada artinya selama ketidakadilan sosial tetap ada.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved