Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lebaran 2021

Doa yang Dibaca Saat Idulfitri, Diamalkan Oleh Para Sahabat Nabi Muhammad

Salah satu doa yang sering diucapkan ketika hari raya Idul Fitri adalah Taqobalallahu Minna Wa Minkum.

Editor: Rizali Posumah
Freepik.com
Ilustrasi - Kamis (13/5/2021) umat Islam sudah merayakan hari kemenangan, Idulfitri. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Lebaran 2021 Idulfitri 1442 Hijriah sudah di depan mata

Rabu (12/5/2021) ini umat muslim tengah menjalani puasa terakhir di bulan ramadan. 

Selanjut, Kamis (13/5/2021) umat Islam sudah merayakan hari kemenangan, Idulfitri. 

Idulfitri identik dengan saling memaafkan dan saling mendoakan antar sesama.

Salah satu doa yang sering diucapkan ketika hari raya Idulfitri adalah Taqobalallahu Minna Wa Minkum.

Membaca doa adalah sesuatu yang baik termasuk mendoakan orang lain setelah Ramadan.

Doa Taqobalallahu Minna Wa Minkum merupakan doa yang baik dan diucapkan oleh para sahabat Nabi Muhammad.

Lafadz doa sendiri tidak pernah dibatasi oleh Rasul. Selama doa itu baik, tidak menghujat, menghina dan menimbulkan sikap permusuhan tidak akan jadi masalah.

Sebagaimana yang disebutkan dalam kita Fathul Bari Juz II Halaman 446 sebagai berikut:

فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك

Ibnu Hajar Al Asqalani (pengarang kitab Fathul Bari) berkata:

“Telah sampai kepada kami riwayat dengan sanad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia (Jubair bin Nufair) berkata:

“Jika Para sahabat Rasulullah saling bertemu di hari raya, sebagiannya mengucapkan kepada sebagian lainnya: “Taqabbalallahu minnaa wa minka".

Versi Pendek - Taqobalallahu Minna Wa Minkum

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ

"Taqobalallahu minna wa minkum"

Arti: "Mudah-mudahan Allah menerima (amal ibadah) kita dan kalian".

Versi Panjang - Taqobalallahu Minna Wa Minkum

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ وَ تَقَبَّلْ ياَ كَرِيْمُ

"Taqobalallahu minna wa minkum, taqabbalallahu minna wa minkum wa taqabbal ya kariim"

Artinya: "Mudah-mudahan Allah menerima amal ibadah kita dan kamu semua dan terimalah ya (Allah) yang maha Mulia".

Versi Lengkap - Taqobalallahu Minna Wa Minkum

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تَقَبَّلْ ياَ كَرِيْمُ وَجَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْعَاءِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ وَالْمَقْبُوْلِيْنَ كُلُّ عاَمٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

"Taqabbalallaahi minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidin wal faaiziin wal maqbuulin kullu ‘aamin wa antum bi khair"

Artinya: “Semoga Allah menerima (amal ibadah) kami dan kamu, Wahai Allah Yang Maha Mulia, terimalah! Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk orang-orang yang kembali dan orang-orang yang menang serta diterima (amal ibadah). Setiap tahun semoga kamu semua senantiasa dalam kebaikan.”

Jika ada yang memberikan doa "taqobalallahu minna wa minkum", kita bisa menjawab dengan "minna waminkum taqobbal ya karim".

Arti dari jawaban itu ialah "Ya Allah Yang Maha Mulia terimalah amal kami dan kamu".

Arti Sebenarnya Minal Aidin Wal Faizin

Saat ini dalam penananggalan hijriah, kita tengah berada di penghujung bulan Ramadan

Setelah Ramadan kita akan memasuki 1 Syawal. Tanggal di mana hari kemenangan Idulfitri dirayakan oleh seluruh umat Islam di dunia.

Di Indonesia sendiri, Idulfitri identik dengan ucapan Minal Aidin Wal Faizin. 

Lantas apa sebenarnya makna dan arti dari ucapan Minal Aidin Wal Faizin itu?

Berikut ulasannya sebagaimana yang dirangkum tribunmanado.co.id dari berbagai sumber:

Ada yang berpendapat bahwa ungkapan Minal Aidin Wal Faizin sejatinya adalah penggalan dari sebuah doa yang berbunyi: Ja`alana llahu wa iyyakum minal `aidin wa al-faizin.

Arti dari doai ini yakni: semoga Allah menjadikan kita tergolong orang-orang yang kembali dan memperoleh kemenangan'.

Sumber lainnya menyebut bahwa pada zaman Khalifah Rasyidin, ucapan ‘Minal Aidin Wal Faizin’ dipakai sebagai ungkapan dalam peperangan yang sebenarnya, semisal perang badar. 

kalimat Minal Aidin Wal Faidzin sendiri terdiri dari beberapa penggal kata.

Kata Min artinya 'termasuk', Al-aidin artinya 'orang-orang yang kembali', Wal Artinya 'dan', serta Al-faizin Artinya 'menang'.

Jika dimaknai secara harfiah, kalimat Minal 'Aidin wal Faizin dalam bahasa indonesia menjadi "Termasuk dari orang-orang yang kembali sebagai orang yang menang."

Sementara itu ada juga yang berpendapat bahwa ucapan ‘Minal Aidin Wal Faizin’ menurut seorang ulama tidaklah berdasarkan dari generasi para sahabat atau para ulama setelahnya (Salafus Salih).

Perkataan ini mulanya berasal dari seorang penyair pada masa Al-Andalus, yang bernama Shafiyuddin Al-Huli.

Saat itu, ia membawakan syair yang konteksnya mengisahkan dendang wanita di hari raya.

Menurut Ustaz Musyafa Ad Darini, Lc., MA sebagaimana yang disadur dari laman muslim.or.id, meski bukan berasal dari zaman nabi Muhammad namun ungkapan Minal Aa’idin Wal Faa’iziin juga dikenal oleh orang-orang arab. 

"Sebagian orang menyalahkan ucapan selamat saat hari raya “Minal Aa’idin Wal Faa’iziin” (من العائدين و الفائزين), karena artinya: “Semoga termasuk orang-orang yang kembali dan menang”. Mereka juga mengatakan: orang-orang arab tidak menggunakan ucapan selamat seperti itu," terang Ustaz Musyafa. 

Ia mengatakan, arti yang paling tepat untuk ucapan “Minal Aa’idin Wal Faa’iziin” adalah: “Selamat berhari raya, dan semoga termasuk orang yang mendapatkan kemenangan”.  

Karena (عيد) ‘id yang artinya: hari raya, terbentuk dari fi’il عاد (‎‘aada) yang fa’il-nya adalah عائد (‎‘aaidun), jika dalam bentuk jamak dan majrur menjadi العائدين (‘‎aaidin). Maka ‘aaidin bisa juga diartikan: orang-orang yang berhari raya, red.

"Maksud dari ucapan ini adalah: memberikan ucapan selamat berhari raya, dan MENDOAKAN semoga orang tersebut termasuk orang yang menang dengan banyak pahala, ampunan, dan kemuliaan yang dijanjikan Allah di Bulan Ramadan," jelasnya. 

Ustaz Musyafa menjelaskan, tidak benar bila ‘ucapan selamat’ itu tidak digunakan orang-orang arab.

"Penulis (Ustaz Musyafa) sendiri -selama di Madinah- pernah mendengar beberapa orang arab mengatakannya, terutama mereka yang berasal dari negeri Syam," ujarnya.

Ia mengatakan, para ulama telah menegaskan, bahwa ucapan selamat untuk datangnya hari raya, tidak ada batasannya, selama maknanya baik, maka dibolehkan.

"Karena syariat tidak membatasinya dengan ucapan atau doa-doa tertentu. Hal ini, sama dengan dibolehkannya merayakan hari idul fitri dengan permainan, nasyid, dan hal-hal mubah lainnya. Dan syariat tidak membatasi jenis permainannya, atau jenis nasyidnya. Selama hal tersebut mubah dan tidak mengandung hal-hal yang diharamkan, maka dibolehkan," terang Ustaz Musyafa. 

Ia menjelaskan bahwa ‘ucapan selamat’ ini tidak mengapa, maknanya baik, dan cocok diucapkan di momen Hari Raya Idul Fitri. 

"Bagi yang ingin memasyarakatkan ucapan selamat yang dipakai oleh para sahabat –rodhiallohu anhum-, maka itu merupakan hal yang sangat baik. Yakni ucapan: “Taqobbalallohu Minna wa Minkum” yang artinya: semoga Allah menerima amal kebaikan kita semua. Namun, bukan berarti kita boleh mengharamkan atau menyalahkan ‘ucapan selamat’ yang lainnya tanpa dasar dalil yang kuat," katanya.

"Tidak mengapa pula menyelipkan ucapan “Mohon maaf lahir batin”, setelah ucapan minal ‘aa-idin wal fa-izin, karena maksudnya meminta atau mengingatkan agar saling memaafkan. Karena waktu hari raya adalah momen berkumpulnya karib kerabat, sehingga sangat pas bila digunakan untuk saling memaafkan dan mempererat atau memperbaiki tali silaturrahim," ujar Ustaz Musyafa. 

BLT Dana Desa Telah Disalurkan Rp 2,3 Triliun, Cek Penerima Rp 300 Ribu via sid.kemendesa.go.id

Rindu pada Ibu, Bocah 12 Tahun Naik Taksi Tengah Malam Sendirian, Mencari Makam Ibunya di Pedesaan

Sebagian artikel ini tayang di SerambiNews.com dengan judul Ini Doa Idul Fitri yang Benar dan Cara Menjawab Lengkap dengan Artinya, Bukan Minal Aidin Wal Faizin.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved