Kenaikan Isa Almasih
Sejarah Hari Kenaikan Yesus Kristus hingga Ditetapkan Sebagai Libur Nasional
Hari Kenaikan Isa Almasih menandai akhir masa Paskah sekaligus menjelang sepuluh hari sebelum Pentakosta.
Hal ini diungkapkan Yesus saat Perjamuan Malam Terakhir, Yesus mengatakan bahwa Ia 'akan pergi'. Gereja mengartikannya sebagai petunjuk mengenai Kenaikan-Nya ke Surga.
Ke manakah tepatnya Yesus pergi?
Berdasarkan yesaya.indocell.net, saat itu orang-orang Timur Tengah biasa melihat segala sesuatu secara harafiah.
Mereka percaya bahwa surga ada di suatu tempat di atas langit - mindset mereka surga seperti suatu kubah di atas langit.
Yesus tidak datang untuk mengajarkan astronomi atau ilmu perbintangan, jadi Ia terangkat ke langit sebagai cara untuk mengatakan bahwa Ia pergi ke Surga.
Mengapa Yesus pergi?
Yesus hendak mengajarkan kepada para murid-Nya agar tidak lagi terpaku pada kehadiran-Nya secara fisik.
Yesus akan tetap bersama mereka secara rohani melalui Roh Kudus-Nya. Dengan cara demikian Ia mendorong para murid-Nya untuk memulai misi mereka yaitu “pergi ke seluruh dunia untuk mewartakan Injil.”
Hari Kenaikan Tuhan juga dirayakan dimaknai sebagai penantian akan kedatangan Yesus Kristus ke dunia pada akhir zaman.
Gereja Katolik meyakini pada akhir zaman, Yesus akan kembali ke dunia Kitab Kisah Para Rasul 1:11.
“Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri menatap ke langit? Yesus yang terangkat ke surga meninggalkan kamu ini akan kembali dengan cara yang sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga.”
Hari Kenaikan Isa Almasih Sebagai Libur Nasional di Indonesia
Di Indonesia, Hari Kenaikan Isa Almasih ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan Hari Kenaikan Isa Almasaih sebagai tanggal merah.
Sekolah, bank, dan pekerjaan umum diliburkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kenaikan-isa-almasih-55556.jpg)