Berita Tomohon

Pasar Beriman Tomohon Jadi yang Pertama Deklarasi Bangga Tidak Jual Satwa Liar Dilindungi

Deklarasi bertajuk 'Bersama Beking Sulut Bangga Tidak Menjual Satwa Liar Yang Dilindungi' Digelar tepat di Los pedagang yang berasa di Pasar Ekstreme.

Penulis: Hesly Marentek | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Hesly Marentek
Penandatangan Deklarasi Bersama Beking Sulut Bangga Tidak Menjual Satwa Liar Yang Dilindungi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado -- Pedagang Pasar Beriman Kota Tomohon komitmen untuk tak lagi melakukan penjualan daging Satwa Liar yang terancam punah dan dilindungi.

Ini menyusul deklarasi yang digagas Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara, Polda Sulut, dan Pemerintah Kota Tomohon.

Deklarasi bertajuk 'Bersama Beking Sulut Bangga Tidak Menjual Satwa Liar Yang Dilindungi' Digelar tepat di Los pedagang yang berasa di Pasar Ekstreme.

Yayasan Selamatkan Yaki Indonesia Yunita Siwi mengaku kegiatan ini sebagai langkah mencegah kepunahan satwa yang dilindungi.

"Kenapa Terancam, karena ada satwa-satwa meski tidak dilindungi, tapi keberadaannya yang akan punah. Contoh Patola, Paniki," katanya.

Penandatangan Deklarasi Bersama Beking Sulut Bangga Tidak Menjual Satwa Liar yang Dilindungi.
Penandatangan Deklarasi Bersama Beking Sulut Bangga Tidak Menjual Satwa Liar yang Dilindungi. (tribunmanado.co.id/Hesly Marentek)

Deklarasi di Pasar Tomohon pun menjadi kali pertama. Dikarenakan untuk Pasar Tomohon sendiri menjadi salah satu yang paling disoroti di seluruh dunia.

"Seperti kita ketahui banyak kali Pasar Tomohon disoroti keberadaanya karena menjual daging-daging satwa. Sehingga deklarasi ini kami berharap aktivitas penjualan daging satwa yang dilindungi perlahan bisa berhenti," ujar Yunita seraya menyebut berikut akan dilakukan deklarasi di Pasar Imandi dan Langowan.

"Selanjutnya akan dilanjutkan ke beberapa pasar. Karena memang di Sulut itu banyak satwa yang populasi sudah rendah dan itu hewan endemik. Sulut sendiri merupakan lokasi akhir jalur perdagangan daging hewan. Karena tingkat konsumsi daging satwa begitu tinggi," tukasnya.

Ditambahkannya dalam melakukan deklarasi ini, sudah lebih dilakukan pendekatan terhadap pedagang.

Dengan diberi edukasi yang secara perlahan pedGang mulai menerima dan selanjutnya menyatakan sikap untuk deklarasi stop penjualan daging satwa.

"Mereka sudah sepakat untuk tidak lagi melakukan penjualan daging satwa. Nah kalau ada yang jualan itu biasanya pedagang dari luar yang tak terdaftar sebagai pedagang tetap yang berjualan di los 3. Apalagi memang juga untuk perdagangan daging satwa yang dilindungi sudah sekian tahun," terang Yunita.

Sementara itu, Duta Yaki Khouni Lomban Rawung mengatakan deklarasi ini merupakan bagian dari upaya menyelamatkan alam.

Karena selain Yaki, hewan-hewan seperti Ular, Kelelawar  juga harusnya sudah tak dikonsumsi, dikarenkan untuk jumlah populasi yang mulai terancam punya.

"Tadi saya wawancarai mereka. Nah saya bersyukur mereka mau tidak lagi menjual. Tapi setidaknya perlahan kita bisa memberikan motivasi ke mereka. Apalagi mereka perlahan mau, mendklarasi dan menantangi untuk tidak menjual dan menyampaikan tidak mengkonsumsi itu sudah merupakan kemajuan luar biasa. Karena ini sudah menjadi budaya sekian tahun, bahkan titik persoalan saat pengucapan syukur tetap saja ada satwa langka yang dimasak. Karena mereka anggap itu sebagai penanda pengucapan syukur," terang Mantan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung ini.

"Image ini yang harus dirubah. Entah pemasok pedagang dan pembeli. Ini harus diedukasi, mungkin ada pekerjaan pengganti bagi mereka. Karena harganya sama dengan daging lain. Hanya saja sufaj karena kebiasaan," tukasnya.

Disisi lain, Pemerintah Kota Tomohon melalui Plt PD Pasar Enos Pontororing memastikan dengan deklarasi ini memepertegas bahwa untuk penjualan satwa liar yang dilindungi sudah tak lagi dilakukan.

"Ini merupakan bagian dari komitmen pedagang. Karena sebelumnya mereka mau menerima edukasi yang telah diberikan," ungkap Enos yang juga merupakan Asisten II Setda Kota Tomohon.

Janji Presiden Turki Erdogan Rebut Al Aqsa dari Kekuasaan Israel, Usai Jadikan Hagia Sophia Masjid

RAMALAN Zodiak Rabu 12 Mei 2021, Libra Menolak Khawatir, Scorpio Kamu Punya Waktu

Visi Ahok Andrei Angouw di Hari Pertama, Jalankan Program Untuk Rakyat Bukan Cari Muka

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved