BBPOM Manado

Pengawasan Pangan di Ramadan, BBPOM Manado Temukan 2 Ribuan Produk Pangan Kedaluwarsa

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Manado menemukan ribuan produk pangan kedaluwarsa

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
Tribun Manado / Fernando Lumowa
Plt Kepala BBPOM Manado, Agung Kurniawan (tengah) memaparkan hasil intensifikasi pengawasan pangan di Ramadan didampingi Korbid Infokom, Maria S. Patabang (kiri) di Kantor BBPOM Manado, Senin (10/05/2021).    

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Manado menemukan ribuan produk pangan kedaluwarsa saat melakukan pengawasan di Bulan Ramadan 1442 Hijriah.

Pengawasan yang berlangsung sejak sepekan sebelum Ramadan tahun ini menemukan 112 item yang dikemas dalam 3.252 kemasan Tidak Memenuhi Ketentuan (TKM).

Agung Kurniawan, Plt Kepala BBPOM Manado menjelaskan, dari ribuan kemasan TKM itu, sebanyak 2.666 di antaranya kedaluwarsa.

"Sementara, 589 kemasan rusak. Produknya legal, bagus tapi kemasannya rusak. Seperti kalengnya penyok, dusnya robek dan lainnya," ujar Agung dalam pemaparan Hasil Intensifikasi Pengawasan Pangan selama Ramadan dan jelang Idul Fitri 1442 Hijriah di kantor BBPOM Manado, Senin (10/05/2021).

Baca juga: Tak Digaji Tiga Bulan, James Arthur Kojongian Mengaku Jadi Nelayan untuk Beri Makan Istri Anak

Katanya, selain itu pihaknya menemukan  3 produk yang Tanpa Izin Edar (TIE).

Adapun nilai total temuan intensifikasi pengawasan pangan di Ramadan tahun ini Rp 21,14 juta. Sebagai perbandingan, total temuan tahun 2020 Rp 11,19 juta.

"Tahun 2020 nilai total relatif lebih rendah karena pandemi Covid-19, kita tidak bisa melakukan pengawasan maksimal," katanya.

BBPOM melakukan pengawasan produk pangan olahan di tempat produksi, distributor hingga ke tempat penjualan seperi pasar tradisional, pasar swalayan, supermarket, superstore hingga ritel.

Baca juga: Pemkot Tomohon Mulai Salurkan Rp 11,6 Miliar, Kepala Daerah, Legislator Hingga ASN Terima THR

Produk yang ditemukan  TKM langsung dimusnahkan oleh distributor ataupun penjual.

Sementara bagi produk yang bukan sifatnya beli putus, oleh BBPOM diminta di kembalikan ke produsen atau distributor asal. "Dan kita tetap pantau ketika produk itu dikembalikan," jelasnya.

Setelah ini, BBPOM tetap melakukan pengawasan intensifikasi produk pangan hingga sepekan setelah Lebaran.

"Kenapa kita lakukan di Ramadan hingga Lebaran karena frekuensi penjualan, pembelian dan permintaan produk pangan olahan meningkat berlipat-lipat. Jauh di atas hari-hari biasa," ujar Agung.

Sementara itu, Koordinator Bidang Informasi Komunikasi BBPOM Manado, Maria S. Patabang mengimbau produsen pangan olahan agar menghasilkan produk aman melalui Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).

Baca juga: Profil Sapri Pantun, Komedian Jenaka, Perjalanan Awal Karir hingga Sukses, Kini Meninggal Dunia

Sementara, kepada masyarakat diimbau tetap hati-hati ketika berbelanja produk pangan olahan.

Cara untuk menjadi konsumen cerdas, kata Maria cukup mudah, yakni dengan melakukan Cek KLIK.

"KLIK itu meliputi cek kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa," kata Maria.

BBPOM Manado sendiri menerima aduan atau penyampaian informasi dari masyarakat melalui layanan Whats App di nomor 081281969799.

Kanal lainnya ialah media sosial BBPOM Manado yakni Instagram @bbpom_manado; Facebook Bbpom Manado dan Twitter @BPOMmanado.(ndo)

Baca juga: Kegiatan Open House Idul Fitri di Kotamobagu Dilarang 

YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved