Trilogi Pembangunan Jemaat
BACAAN ALKITAB Matius 28:16-20 - Jadilah Duta Kristus
Orang-orang yang percaya terpanggil untuk terus melaksanakan kehendak Allah, dan setia bersaksi tentang segalakebaikan Tuhan dalam hidup ini.
MTPJ 9 – 15 Mei 2021
TEMA BULANAN : “Ketaatan Melaksanakan KehendakAllah adalah Wujud Kedewasaan Iman”
TEMA MINGGUAN :“Jadilah Duta Kristus”
Bacan Alkitab: Matius 28:16-20
ALASAN PEMILIHAN TEMA
TRIBUNMANADO.CO.ID - Orang-orang yang percaya terpanggil untuk terus melaksanakan kehendak Allah, dan setia bersaksi tentang segala kebaikan Tuhan dalam hidup ini. Walau pun menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan yang berat dengan adanya wabah Covid-19, maka sebagai persekutuan orang percaya, baik itu secara organisasi gereja maupun pribadi harus bangkit dan menata kehidupan ini ke arah yang lebih baik.
Ada banyak juga persoalan yang kita hadapi di era disrupsi (suatu era dengan berbagai kemajuan IPTEK, serba instan/mudah, persaingan yang semakin cepat) ini, diantaranya: masih dijumpai warga gereja yang tidak mau bersaksi tentang kebaikan Tuhan karena berbagai alasan, seperti sibuk dengan urusan keluarga, lebih mementingkan pekerjaan, lebih suka berada di zona “nyaman” sehingga enggan dan tidak sedikit yang malu untuk menjadi saksi Tuhan memberitakan Injil kepada banyak orang.
Bahkan ada juga yang beranggapan bahwa memberitakan Injil itu hanyalah tugas dari para Pelayan Khusus (Syamas, Penatua, Guru Agama dan Pendeta) dan para penginjil saja.
Dalam pemahaman bahwa setiap orang percaya seharusnya menjadi duta Kristus (pengertian duta dalam KBBI = orang yang diutus oleh pemerintah/raja untuk melakukan tugas khusus) untuk mewartakan kabar baik yang bersumber pada Yesus Kristus. Dengan alasan tersebut maka tema minggu ini adalah : “Jadilah Duta Kristus” .
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Kitab Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes menampilkan beragam berita tentang hidup dan ajaran Tuhan Yesus Kristus.
Kata Injil (Yun. euanggeli baik). Pusat dari Injil adalah Yesus Kristus yang datang dalam dunia ini untuk
menyelamatkan umat manusia (Markus. 1:1), sedangkan penulis Injil Matius memulai tulisannya dengan memperkenalkan siapakah Yesus dan menjelaskan tentang silsilah-Nya (Matius. 1:1).
Kemudian karya-karya dan penginjilan Yesus serta berpuncak pada kematian dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati, penampakan diri-Nya kepada para murid dan banyak orang serta pengutusan para murid untuk menyampaikan Injil Kristus kepada seluruh umat manusia. Matius 28:16-20 merupakan bagian akhir dari Injil Matius yang menguraikan tentang amanat dan pengutusan murid-murid untuk memberitakan berita keselamatan dalam Yesus Kristus, mengajarkan tentang hidup dalam ketaatan serta janji pemeliharaan Tuhan sampai akhir zaman.
Penulis Injil Matius mempunyai versi yang sangat singkat tentang kebangkitan Yesus (28:1-10), dilanjutkan dengan penyebaran berita bohong dari imam-imam kepala bahwa Yesus tidak bangkit (28:11-15) kemudian diakhiri dengan pengutusan para murid. Tetapi justru bagian akhir ini menjadi pembahasan dari masa ke masa yang tak pernah habis untuk ditelaah. Pertama, setelah Yesus bangkit, Ia menyuruh para murid untuk ke Galilea (26:32; 28:7).
Tujuannya adalah perjumpaan pribadi antara Yesus dengan murid-murid-Nya sekaligus juga persiapan pengutusan mereka. Berkenaan dengan hal itu juga, masih ada yang ragu-ragu (edistasan = terombangambing), mengenai kebangkitan Yesus dan juga apakah benar mereka akan bertemu dengan Yesus di Galilea (ayat 17). Tetapi kemudian keraguan itu menjadi sirna ketika Yesus menghampiri mereka (ayat. 18) serta menegaskan bahwa benar Ia sudah bangkit dan kepada-Nya telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
Pernyataan Yesus sungguh hebat dan luar biasa, yang tidak dapat dikatakan siapa pun kecuali Dia, karena memang benar Ia adalah Raja yang kepada-Nya sudah dianugerahkan takhta Daud (Lukas 1:32). Tuhan Yesus adalah Raja yang memiliki kuasa di sorga (Efesus. 1:20-21) dan di bumi, sebab Dia adalah Tuhan dari semua orang (Kisah Para Rasul. 10:36). Kedua, para murid mendapat amanat dari Tuhan Yesus untuk: “pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku (matheteusate – terima mereka sebagai murid-murid). Rasul Paulus sendiri mengatakan “Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil” I Korintus 9:16c.
Sebab Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan semua orang percaya (Roma 1:16), oleh karena itu hamba-hamba Tuhan mempunyai tugas untuk memberitakan Injil (1 Korintus 9:17). Perintah selanjutnya adalah baptislah (Yun baptizo – pengertian yang dipakai oleh GMIM mengenai baptisan adalah: to sprinkle (memercik, membasahi), to pour (mencurah) dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Baptisan adalah respons dari orang percaya, bahwa ketika mereka mendengar Injil dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, maka sebagai tanda mereka adalah pengikut Yesus, mereka memberi dirinya dibaptis. Selain itu juga pengertian bangsa (Yun. Etne) bukan hanya berarti orang dewasa saja, melainkan juga anak-anak.
Hal ini juga dijelaskan dalam Kisah Para Rasul 2:39 “bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu…” mengandung makna bahwa baptisan bukan hanya berlaku bagi orang dewasa melainkan juga bagi anak-anak. Dengan demikian berita keselamatan itu didengar oleh banyak orang di seluruh muka bumi ini dan mereka memperoleh keselamatan. Ketiga, tugas selanjutnya para murid Yesus adalah mengajar (ayat 20).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kumpulan-ucapan-selamat-hari-kenaikan-yesus-kristus.jpg)