Internasional
AS Tarik Pasukan Militernya dari Afghanistan Sejak 1 Mei 2021, Ada Apa?
Mengapa Amerika Serikat menarik pasukan militernya di Afghanistan sejak 1 Mei 2021?
TRIBUNMANADO.CO.ID, WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) dan NATO diberitakan telah menarik pasukan mereka dari Afghanistan sejak Sabtu (1/5/2021).
Pasukan AS yang ditarik ini dikabarkan akan dialihkan ke perbatasan Rusia.
Hal ini diungkapkan langsung oleh pejabat militer terkait.
Dilansir dari Wall Street Journal, AS memang lebih memilih mengerahkan pasukan dan senjata ke Uzbekistan atau Tajikistan.
Saat ini Tajikistan adalah anggota penuh dari aliansi Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) yang dipimpin Rusia.

Armada laut AS di Pasifik. (KEENAN DANIELS / US NAVY / AFP)
Sementara Uzbekistan, yang menangguhkan keanggotaannya dalam aliansi tersebut pada tahun 2012, tetap mempertahankan hubungan ekonomi dan keamanan yang kuat dengan Rusia.
AS mulai membina hubungan keamanan dengan Tajikistan dan Uzbekistan pada tahun 90-an setelah pecahnya Uni Soviet.
AS sempat mengerahkan pasukan di sebuah lapangan udara di Kulob, Tajikistan pada tahun 2001.
Baca juga: Ucapan Lebaran Bahasa Inggris, Cocok Dikirim ke Teman dan Keluarga
Baca juga: Ikatan Cinta Senin 10 Mei 2021: Elsa dan Mama Sarah Terus Diteror, Al Pingsan Terus Melihat Reyna
Antara tahun 2001 dan 2005, AS merotasi sekitar 7 ribu tentaranya di lapangan terbang Karshi-Khanabad di Uzbekistan selatan.
Sayangnya, pemerintah Uzbekistan memaksa pasukan AS untuk pergi setelah kerusuhan sipil pada tahun 2005.
Organisasi non-pemerintah yang terlibat diduga telah disponsori dan didukung oleh AS.

Pengeboman di Afghanistan. (EPA)
Selain dua wilayah tersebut, AS uga memiliki fasilitas militer utama di Pangkalan Udara Manas di Kyrgyzstan antara 2001 dan 2014.
AS menggunakannya untuk mengangkut pasukan masuk dan keluar Afghanistan.
Berusaha memanfaatkan konflik
Tajikistan dan Kyrgystan bulan lalu mengalami bentrokan perbatasan yang menewaskan sedikitnya 56 orang dan membuat lebih dari 40 ribu warga sipil mengungsi.
Baca juga: Viral Video Kucing Oren Menangis Karena Pemilik Meninggal, Senang Tidur di Bantal Pemilik
Baca juga: SINOPSIS Film Precious Cargo: Kisah Pencurian Berlian dan Pengkhianatan, Dimainkan Oleh Bruce Willis
Konflik dibekukan pada 3 Mei setelah kedua negara setuju untuk menarik pasukan dari perbatasan.
Rusia menawarkan diri untuk menjadi penengah dalam konflik tersebut mengingat penyebab konflik masih diperdebatkan.
Konflik dua negara Asia Tengah tersebut mungkin bisa menjadi pintu masuk bagi AS untuk hadir di kawasan tersebut. Selain memperluas pengaruhnya di Asia Tengah, posisi pasukan AS yang dekat dengan Rusia juga cukup bisa memberikan "peringatan".

Personel keamanan dan penduduk berkumpul sehari setelahnya di lokasi serangan bom mobil yang menewaskan sedikitnya 21 orang dan hampir 91 lainnya luka-luka, di daerah Pul-e-Alam di provinsi Logar pada 1 Mei 2021. (AFP)
Dilansir dari Sputnik News, pejabat anonim AS yang berbicara dengan Wall Street Journal mengatakan bahwa selain Asia Tengah, pasukan AS dapat ditempatkan kembali ke satu atau lebih fasilitas di Teluk Persia.
Baca juga: Ucapan Lebaran 2021, Cocok untuk Menjalin Silaturahmi
Baca juga: Arab Saudi Gelar Ibadah Haji 2021, Pemerintah Didesak Pastikan Kuota, Bagaimana Protokol Kesehatan?
Pangkalan terbesar AS di Timur Tengah dioperasikan di Doha, Qatar, dengan lebih dari selusin fasilitas lain di negara-negara yang membentang dari Kuwait hingga Oman juga tersedia.(*)
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Setelah tinggalkan Afghanistan, AS berencana alihkan pasukan ke dekat Rusia.
Berita lainnya terkait Internasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilust-tent-as.jpg)