Lebaran 2021
Sopir Truk Ditilang Polisi, 10 Pemudik Terciduk Ada di Atas Truk di Antara Sepeda Motor
Begini cara-cara yang dilakukan masyarakat untuk lolos dari penyekatan mudik lebaran tahun 2021. Berikut kisahnya.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Tak sedikit masyarakat yang tidak menghiraukan arahan pemerintah mengenai Mudik Lebaran 2021.
Meski sudah disampaikan ada pembatasan Mudik Lebaran di tahun 2021 ini, tetap saja masih banyak yang melaksanakan mudik.
ISTIMEWA
Polresta Tangerang menemukan 10 pemudik yang bersembunyi disela-sela motor yang diangkut truk di Pos Penyekatan Gerbang Tol (GT) Cikupa, Kabupaten Tangerang, Jumat (7/5/2021).
Masyarakat melakukan berbagai cara agar bisa lolos dari penyekatan yang dilakukan petugas di sejumlah titik.
Berikut kisah pemudik dengan cara mereka masing-masing.
Di Tangerang, ada sejumlah pemudik bersembunyi di antara motor motor di atas truk.
Namun aksi mereka diketahui petugas.
Petugas menemukan pemudik yang bersembunyi diantara motor-motor yang diangkut menggunakan truk di Pos Penyekatan Gerbang Tol (GT) Cikupa, Kabupaten Tangerang.
Proses penyekatan tersebut dilakukan pada Jumat (7/5/2021) tengah malam.
Dari pemeriksaaan dan penyekatan, didapati truk yang membawa sepeda motor itu menyelundupkan 10 orang penumpang.
"Kendaraan truk, saat diperiksa diketemukan ternyata ada 10 orang penumpang di sela-sela beberapa sepeda motor yang diangkut," jelas Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro melalui pesan singkat, Sabtu (8/5/2021).
Petugas kemudian meminta 10 orang penumpang itu untuk turun.
Petugas juga memeriksa surat-surat kendaraan serta identitas sopir dan 10 penumpang.
"Sopir truk diberi tindakan sanksi penilangan dengan Pasal 303 juncto Pasal 137 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan," terang Wahyu.
Ke-10 penumpang pelanggar aturan larangan mudik kemudian dilakukan pendataan.
Petugas juga memberikan masker kepada sopir dan 10 orang penumpang untuk edukasi disiplin melaksanakan protokol kesehatan.
Setelah itu, lanjut Wahyu, petugas memberikan pelayanan kendaraan terhadap penumpang untuk melanjutkan perjalanan ke arah Serang.
"Ke-10 orang penumpang diperbolehkan pulang menggunakan moda transportasi yang dicarikan oleh petugas," tandas Wahyu. (*)
Kisah-kisah lainnya
Pemerintah resmi membatasi aktivitas mudik Lebaran 2021 mulai Kamis (6/5/2021).
Larangan ini berlangsung selama 12 hari hingga Senin, 17 Mei 2021 mendatang.
Untuk mencegah masyarakat yang nekat mudik, aparat kepolisian dan pihak terkait melakukan penyekatan di sejumlah titik yang kerap dilintasi para pemudik.
Mereka tidak segan meminta pemudik atau masyarakat putar balik, bila tidak memenuhi persyaratan untuk melakukan perjalanan di masa larangan mudik Lebaran 2021.
Meski demikian, sejumlah masyarakat tetap nekat mudik walau risikonya mereka harus putar balik saat di tengah perjalanan.
Ada yang berusaha mengelabui petugas dengan bersembunyi di mobil boks, menyamar jadi driver ojek online, hingga rela berjalan kaki.
Berikut sebagian kisah masyarakat yang nekat mudik alias pulang ke kampung halaman di tengah masa larangan mudik Lebaran 2021:
1. Mudik dari Jakarta ke Aceh, Disuruh Putar Balik di Asahan
Kisah pertama datang dari rombongan pemudik dari Jakarta yang hendak kembali ke Aceh.
Mereka disuruh putar balik setelah sampai di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Padahal mereka telah menempuh perjalanan sejauh 1.712 km dari Jakarta menuju Asahan -menurut Google Maps- sejak 3 Mei 2021.
"Pak, kami dari Jakarta mau ke Aceh. Kami di perbatasan Riau lewat, Pak, masa di sini enggak," kata pria berkupluk kuning itu kepada petugas Polres Asahan.
Namun, petugas memberikan penjelasan, pemberlakukan penyekatan mudik dilakukan mulai Kamis (6/5/2021).
"Kemarin tanggal 5 masih diizinkan masuk, Pak, namun ini sudah masuk tanggal 6, Pak," kata petugas kepolisian.
Rombongan pemudik ini sempat memohon kepada petugas, tapi tetap tak diizinkan untuk melanjutkan perjalanan.
"Kalau balik ke Jakarta lagi pak, waduh, jauh, Pak," katanya, dikutip dari Tribun Medan.
Akhirnya, dua mobil putih dengan pelat nomor B 1433 VOO dan B 1534 VOD tersebut memutar balik.
Tak beberapa lama, mereka kembali mencoba peruntungan dengan melintasi lagi pos polisi.
Upaya tersebut berhasil digagalkan petugas. Petugas kembali memberhentikan kendaraan mereka.
"Kalian kok bandel kali, putar balik kalian," kata petugas kepolisian tersebut.
"Pak, kami sedikit lagi sampai Aceh, masa kami harus balik ke Jakarta," kata pemudik itu.
2. Sembunyi di Mobil Boks
Cerita lain datang dari pemudik asal Bandung yang hendak kembali ke Majenang, Cilacap, Jawa Tengah.
Saking inginnya mudik, pria tersebut rela bersembunyi dengan turut membawa sepeda motornya di dalam mobil boks.
Dikutip dari Tribun Jabar, aksi sembunyi tersebut digagalkan petugas yang melakukan pemeriksaan di Pos Penyekatan Gentong, ruas jalan negara Bandung-Tasikmalaya, Jawa Barat.
Alhasil pria itu terpaksa harus putar balik ke Bandung.
Selain dirinya, mobil boks yang mengangkutnya juga gagal meneruskan perjalanan dan kembali ke Bandung.
"Awalnya, fokus kami ke mobil boks karena sudah beberapa kali mobil boks tepergok membawa miras (minuman keras, Red)," kata Gunarto, Kapolsek Kadipaten, Kamis (6/5/2021).
Tapi, lanjut Gunarto, saat mobil boks satu ini dibuka, ternyata di dalamnya ada seorang pria serta satu unit sepeda motor.
"Langsung kami suruh turun dan diperiksa. Ternyata betul mau mudik ke Majenang."
"Terpaksa disuruh balik lagi, terlebih tidak memiliki dokumen negatif Covid-19," ujar Gunarto.
3. Jalan Kaki Selama 6 Hari
Kisah lain datang dari pasangan suami istri asal Kecamatan Soreang, Bandung, Jawa Barat, Dani (38) dan Masitoh Aninur Lubis (36).
Bersama dua anaknya yang masih balita, keluarga ini nekat berjalan kaki dari Gombong, Jawa Tengah menuju Bandung.
Padahal, menurut Google Maps, jarak antara Gombong menuju Soreang sekitar 279,6 km!
Dikutip dari TribunJabar, Dani sekeluarga sudah berjalan kaki selama enam hari dan berangkat pada Minggu (2/5/2021) sore.
Pada Jumat (7/5/2021) siang, mereka sudah sampai di Jalan A Yani Lingkungan Bolenglang RT 3 RW 5 Ciamis, Jawa Barat.
Dani mengaku nekat jalan kaki dari Gombong menuju kampung halamannya karena sudah tidak punya apa-apa lagi.
Ia di-PHK dari perusahaan konveksi rumahan di Gombong tempatnya bekerja.
Mirisnya, mereka hanya membawa bekal uang sebesar Rp 120.000.
"Tapi Alhamdulillah, selama di perjalanan banyak yang bantu. Ada yang ngasih uang, ada yang ngasih makanan."
"Kami hanya berjalan di siang hari, kalau malam istirahat," ujar Masitoh.
Menurut Masitoh, mereka memilih pom bensin (SPBU) untuk istirahat malam sekaligus menumpang mandi.
"Setelah istirahat malam di pom bensin, pagi harinya melanjutkan perjalanan lagi," katanya.
Setiap hari, mereka bisa melakukan perjalanan 25 km hingga 30 km, kadang lebih cepat bila ada yang menawari tumpangan.
Dani memperkirakan mereka akan sampai di Soreang pada hari kedua lebaran.
4. Berpura-pura jadi Driver Ojol
Modus lain yang dipakai masyarakat agar tetap bisa mudik adalah berpura-pura menjadi driver ojek online.
Hal ini diketahui setelah petugas di pos Bundaran Kepuh, Kecamatan Karawang Barat, Jumat (7/5/2021) melakukan pemeriksaan.
Ada tiga orang yang menggunakan sepeda motor berplat B berkendara dalam waktu berbeda.
Ketiganya tidak bisa menunjukkan surat negatif Covid-19 sehingga mereka diminta untuk melakukan tes rapid antigen.
Kepala Pengendali Pos Penyekatan Bundaran Kepuh, Jaya A mengatakan, meski hasil tes antigen menunjukkan hasil negatif, dua pengemudi bermodus ojek online terpaksa diminta putar bali karena tidak membawa surat perjalanan.
Sementara satu pengendara dibolehkan melanjutkan perjalanan karena mengantongi surat perjalanan.
"Kami berhentikan karena plat nomornya B. Saat ditanya oleh petugas mau ke mana dan darimana, pengemudi tersebut menjawab bahwa dia dari Jakarta mau ke Pemalang," kata Jaya, dikutip dari Kompas.com.
Selain modus menggunakan jaket ojek online, petugas juga menemukan belasan pemudik mengenakan atribut instansi atau organisasi tertentu.
Namun, petugas tetap meminta mereka putar balik.
Modus lainnya, ada dua pengendara yang berupaya mengelabui petugas dengan mengaku hendak bertemu seseorang untuk mengantar barang langsung atau cash on delivery (COD).
(Tribunnews.com/Sri Juliati) (Tribun Medan/Alif Alqadri Harapap) (Tribun Jabar/Firman Suryaman/Andri M Dani) (Kompas.com/Farida Farhan)
Artikel ini telah tayang di:
TribunJakarta.com dengan judul 10 Pemudik Terciduk di GT Cikupa, Sembunyi Disela-sela Motor yang Diangkut Truk:Gagal Kelabui Polisi,
Tribunnews.com dengan judul Kisah Nekat Para Pemudik: Disuruh Putar Balik Walau Sudah Tempuh Ribuan Km hingga Jalan Kaki 6 Hari