Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Boltim

Pemudik dari Manado ke Boltim Wajib Bawa Surat Rapid Test Antigen

Menurut Bupati, pendirian pos penyekatan mudik dan pengamanan lebaran ini merupakan perintah pemerintah pusat.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
Istimewa.
Kapolres Boltim AKBP Irham Halid ketika meninjau pos penyekatan di pintu masuk Boltim 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sam Sachrul Mamonto bersama Kapolres AKBP Irham Halid, melakukan peninjauan pos penyekatan mudik dan pengamanan lebaran Idulfitri 1442 hijriyah di perbatasan antara Desa Moyongkota Baru (Boltim) dan Desa Moyag Todulan, Kota Kotamobagu, Sabtu (8/5/2021). 

Menurut Bupati, pendirian pos penyekatan mudik dan pengamanan lebaran ini merupakan perintah pemerintah pusat. 

Bahwa di setiap perbatasan harus dilakukan penyekatan untuk menghindari warga yang mudik dari luar daerah.

“Upaya ini sudah kita lakukan selama dua hari, mulai 6 Mei kemarin dan akan berakhir pada 17 mei mendatang," kata dia. 

"Gunanya agar masyarakat Boltim bisa terlindung dari Covid-19 yang terbawa dari luar daerah,” tambahnya. 

Sachrul mengatakan di Boltim sendiri pemerintah daerah telah melaksanakan vaksinasi massal.

Yang merupakan keseriusan Pemda Boltim dalam menangani pandemi Covid-19.

“Vaksinasi massal itu kita laksanakan agar masyarakat Boltim benar-benar sehat," ucapnya. 

"Dan Boltim satu-satunya daerah di sulawesi utara yang telah melaksanakan vaksinasi massal,” sebutnya.

Ia menambahkan, fungsi dari pemerintah adalah melindungi masyarakatnya dari virus yang berbahaya ini. 

Sebab kata bupati, virus corona ini sudah memakan puluhan ribu bahkan jutaan korban di dunia.

“Kalau kita hanya biarkan dan anggap remeh, itu bisa terjadi pada kita," aku dia. 

"Maka ini adalah salah satu upaya pemerintah bagaimana kejadian ini tidak lagi terjadi di Indonesia terutama di Boltim yang kita cintai,” ujarnya.

Bupati juga mengimbau, kepada masyarakat agar lebih meningkatkan lagi kesadaran untuk tidak pernah menganggap bahwa virus corona ini tidak ada.

“Ada banyak teman-teman kepala daerah yang terjangkit virus ini dan tidak hanya sedikit," ucapnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved