Breaking News:

Quraish Shihab Menjawab

Batalkah Wudhu karena Mencium Istri? Ini Penjelasan Prof Quraish Shihab

Ada satu hadist yang bersumber dari Aisyah RA yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW mencium istri beliau.

Penulis: Jumadi Mappanganro | Editor: Jumadi Mappanganro
Jumadi Mappanganro
Buku M Quraish Shihab Menjawab: 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui. Berisi tanya jawab keislaman yang ditulis Prof Dr Quraish Shihab. Termasuk membahas apakah wudhu seseorang batal ketika mencium istrinya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Batalkah wudhu karena mencium istri?

Pertanyaan ini sering ditanyakan sebagian umat Muslim. 

Lalu bagaimana pandangan Prof Dr M Quraish Shihab atas pertanyaan tersebut?

Berikut penjelasan mantan Menteri Agama RI sekaligus ahli tafsir Alquran terkemuka dunia tersebut.

Dikutip dari buku karyanya berjudul M Quraish Shihab Menjawab: 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui. Tepatnya di halaman 541-542:

Ada satu hadist yang bersumber dari Aisyah RA yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW mencium istri beliau.

Kemudian menuju ke masjid untuk shalat tanpa berwudhu.

Hadist ini menjadi pegangan sementara ulama untuk menilai bahwa ciuman seorang suami kepada istrinya tidak membatalkan wudhu.

Akan tetapi ada juga ulama yang berpendapat, jangankan ciuman, persentuhan pria dan wanita pun membatalkan wudhu, baik disertai syahwat maupun tidak.

Pandangan moderat mengatakan bahwa wudhu baru batal jika menimbulkan rangsangan syahwat akibat persentuhan atau ciuman itu.

Perbedaan pendapat ini lahir dari perbedaan penilaian terhadap hadist-hadist Nabi saw. Demikian, wallahu a’lam.

Artikel lain Quraish Shihab Menjawab

Data Diri M Quraish Shihab

Nama lengkap: Prof Dr M Quraish Shihab
Spesialisasi: Tafsir al-Quran
Lahir: 16 Februari 1944, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan

Istri: Fatmawati Assegaf (m. 1975)
Ayah: Prof Abdurrahman Shihab (pernah menjabat Rektor IAIN Alauddin Makassar dan Rektor Universitas Muslim Indonesia Makassar)
Ibu: Asma Aburisy, seorang bangsawan Bugis Sidrap

Pendidikan:
- SD di Makassar
- SMP di Malang sambil mondok di Ponpes Darul Hadits al-Faqihiyyah di Malang
- Tsanawiyah di Mesir
- S1 hingga S3 di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir

Karier:

Banyak jabatan pernah diembannya. Sedikit di antaranya:

- Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII (16 Maret 1998 - 21 Mei 1998)
- Wakil Rektor Bidang Akademis dan Kemahasiswaan IAIN Alauddin

- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat
- Anggota Lajnah Pentashbih al-Qur’an Departemen Agama

- Rektor IAIN Syarif Hidayatullah
- Duta Besar Indonesia untuk Mesir-Somalia-Djibouti
- Anggota Dewan Syariah Nasional.

Karya Buku:

Sudah lebih 60 judul buku sudah ditulisnya. Berikut di antaranya:

- Tafsir Al-Misbah
- Lentera Hati
- Kaidah Tafsir
- Membumikan Al-Quran. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved