Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penanganan Covid 19

Penanganan Covid-19 di Sumut Memanas dan Menuai Polemik, Antara Gubernur dan Wali Kota Medan

Menurut Bobby, dirinya masih tidak mengetahui teknis karantina yang dilakukan.

Editor: Fistel Mukuan
Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi 

Bobby mengatakan, awalnya dirinya dapat info bahwa tidak ada hotel di Medan yang dijadikan lokasi karantina.

“Kami langsung dengar via telepon dengan Pak Gubernur dan Dinkes katanya per 1 Mei tidak ada lokasi karantina di Medan. Ternyata setelah kami cek ada. Sekali lagi kami sampaikan kami ingin membantu penanganan Covid-19,” kata Bobby.

Terkait rumah sakit sudah kewalahan, laporan ke pak wali seperti apa?

"Sebenarnya data (Covid-19) meningkat. Tapi memang seperti saya katakan tadi, kita ibu kota (provinsi), kita tidak boleh melarang orang dari kabupaten/kota sekitar untuk masuk. Memang hari ini kalau kita lihat BOR nya agak meningkat, kebanyakan dari luar Medan," ujar Bobby saat meninjau Pusat Pasar, Medan, Kamis (6/5/2021).

Maka dari itu, Bobby meminta kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi untuk bisa memfasilitasi pemulangan pasien covid-19 ke daerah masing-masing.

"Kami mohon kemarin kepada provinsi, Pak Gubernur agar bisa mendistribusikan dan memfasilitasi kami, kembali pasien di daerah, jangan ditumpuk di Medan, nanti penuh, resah," katanya.

Meski begitu, dia tetap memastikan seluruh rumah sakit di Kota Medan akan tetap merawat pasien Covid-19, meski berasal dari daerah.

"Tapi kami tetap melayani, saya katakan potensi mana saja yang bisa meningkat terus, mana kira-kira pasien yang bisa ditaruh di daerah masing-masing," pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melontarkan statemen menohok ketika ditanya mengenai komentar Wali Kota Medan Bobby nasution soal masalah lokasi karantina warga negara Indonesia yang datang dari luar negeri.

Menurut Edy Rahmayadi, Bobby Nasution terlalu mengada-ada. 

Edy Rahmayadi
Edy Rahmayadi (kaltim tribunnews)

Padahal, kata Edy, baik Satgas Covid-19 Sumut maupun Satgas Covid-19 Kota Medan merupakan tim yang sejak setahun terakhir selalu berkoordinasi, sama-sama bertugas dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona di wilayah Sumut.

Jadi, kata Edy, dia menganggap ketidaktahuan Bobby tersebut tidak mendasar sama sekali.

"Tanya sama dia (Bobby) dilibatkan atau tidak? Itu kan tim work, satu tim. Salah besar berarti dia," tegas mantan Pangkostrad itu, Kamis (6/5/2021).

Menurut Edy, penanganan virus corona di Sumut merupakan tugas semua elemen kepala daerah.

Bukan menjadi kewenangan masing-masing pemerintah kabupaten maupun pemerintah kota, termasuk dirinya, selaku Gubernur Sumut dan Kasatgas Covid-19 Sumut.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved