Breaking News:

Gunung Sinabung

Gunung Sinabung Erupsi Ketiga Kalinya, Terbesar Dalam Sepekan, Muntah Awan Panas Tinggi 3.000 Meter

Dengan kembali meningkatnya aktivitas dari gunung api tertinggi di Sumatera Utara ini pihaknya kembali mengimbau masyarakat

Editor: Fistel Mukuan
Kolase Tribun Manado/TRIBUN MEDAN/HO/ Tribun Jogja/Setya Krisna Sumarga
FOTO Gunung Sinabung di Kabupaten Tanahkaro kembali meletuskan debu vulkanik setinggi 3000 meter 

Wanita berkacamata ini menjelaskan, pada erupsi kali ini pihaknya mencatat getaran yang ditimbulkan dari dalam perut Gunung Sinabung terekam di alat pendeteksi getaran atau seismogram dengan amplitudo maksimum 110 mm.

Dengan durasi kurang lebih selama lima menit 58 detik. 

"Kalau berdasarkan catatan kita, jadi erupsi tadi terjadi beruntun sebanyak dua kali atau menyundul, sehingga kolom abunya jadi semakin tinggi," katanya. 

Dengan kembali meningkatnya aktivitas dari gunung api tertinggi di Sumatera Utara ini pihaknya kembali mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.

Kemudian, pihaknya juga meminta kepada masyarakat agar tidak memasuki zona merah yang telah ditentukan.

Sejarah Letusan

Tribun Medan/Riski Cahyadi
Gunung Sinabung menyemburkan awan panas terlihat dari Desa Tiga Tiga Kicat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (3/3/2021). Awan panas kembali meluncur dari kawah Gunung Sinabung ketika terjadi guguran lava dengan jarak luncur 2.000 meter ke arah tenggara timur. Tribun Medan/Riski Cahyadi
Tribun Medan/Riski Cahyadi Gunung Sinabung menyemburkan awan panas terlihat dari Desa Tiga Tiga Kicat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (3/3/2021). Awan panas kembali meluncur dari kawah Gunung Sinabung ketika terjadi guguran lava dengan jarak luncur 2.000 meter ke arah tenggara timur. Tribun Medan/Riski Cahyadi (Tribun Medan/Riski Cahyadi)

dari Waktu ke Waktu

Gunung Sinabung telah meletus berkali-kali sejak zaman dahulu.

Meski begitu, tidak banyak diketahui dan tidak terdapat dalam catatan sejarah dan literatur terkait sejarah kegiatan gunung ini.

Melansir situs resmi vsi.esdm.go.id, sebelum tahun 1600, aktivititas terakhir yang ditimbulkan oleh gunung api ini berupa muntahan batuan piroklastik dan aliran lahar yang mengalir ke arah selatan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved