Raditya Oloan
Apa Itu Badai Sitokin? Penyakit yang Dialami Raditya Oloan, Sel Tubuh Bisa Rusak
Sebelum mengembuskan napas terakhir, Raditya sempat menjalani berbagai perawatan di rumah sakit.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Raditya Oloan Panggabean telah dipanggil pulang oleh Bapa di Surga.
Suami Joanna Alexandra itu berpulang pada usia yang masih cukup muda, yakni 36 tahun.
Dia meninggal akibat sakit badai sitokin yang dialaminya.
Sebelum mengembuskan napas terakhir, Raditya sempat menjalani berbagai perawatan di rumah sakit.
Ia juga dinyatakan positif Covid-19 pada pertengahan April 2021.
Karena saturasi oksigennya terus menurun, akhirnya Raditya dirawat secara intensif.

Raditya Oloan dan Joanna Alexandra (Instagram@joannaalexandra)
Setelah dinyatakan negatif Covid-19, dirinya malah mengalami kritis di ICU.
Dirawat di ICU dengan ventilator, diketahui kondisi Raditya Oloan mengalami post-Covid-19 dengan komorbid asma.
Selain itu, Raditya juga diterpa badai sitokin yang membuatnya mengalami peradangan parah.
Hal itu dibagikan Joanna Alexandra seraya membagikan foto kenangan bersama Raditya Oloan di Instagram, Selasa (4/5/2021).
"Jadi sekarang suamiku posisinya masih di ICU, dibuat tidur karena memakai ventilator.
Kondisinya post-covid dengan komorbid asma, and he is going through a cytokine storm yang menyebabkan hyper-inflamation in his whole body," tulisnya.
Lantas apa itu badai sitokin atau cytokine storm?
Dilansir dari News-Medical.net, penggunaan istilah cytokine storm atau badai sitokin pertama kali muncul pada 1993.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/suami-dari-joanna-alexandra-raditya-oloan-dipindahkan-ke-icu.jpg)